SUKABUMISATU.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi insiden perusakan rumah singgah yang digunakan untuk kegiatan retret pelajar Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mengumumkan akan memberikan bantuan Rp 100 juta untuk renovasi bangunan tersebut.
“Kerugian tidak boleh membebani warga. Maka kerusakannya saya ganti. Saya siapkan Rp 100 juta untuk memperbaiki. Tapi saya memberikan saran, ke depan agar bangunannya disesuaikan dengan konstruksi lingkungan,” kata KDM kepada wartawan, Senin (30/6).
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas peristiwa Jumat (27/6), ketika sekelompok warga membubarkan kegiatan rohani pelajar Kristen dan merusak bangunan yang digunakan untuk acara tersebut. Aksi itu terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial, memantik keprihatinan berbagai pihak.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai hingga Forkopimda Kabupaten Sukabumi turut angkat bicara. Pernyataan resmi pun disampaikan di Mapolres Sukabumi pada hari yang sama.
KDM menegaskan, proses hukum atas insiden itu sepenuhnya menjadi kewenangan aparat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing emosi dan menyerahkan penyelesaian sesuai aturan.
“Kalau ada pelanggaran hukum, biarkan aparat yang bekerja berdasarkan profesionalisme dan alat bukti. Tugas kita sekarang adalah memulihkan kedamaian dan rasa saling menghargai,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan pemilik rumah, KDM juga menegaskan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di Jawa Barat.
“Jawa Barat adalah tanah damai. Kita boleh berbeda, tapi tidak boleh saling melukai. Mari kita pulihkan harmoni ini bersama-sama,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, rumah yang dirusak massa itu merupakan milik pribadi yang selama ini difungsikan sebagai tempat kegiatan sosial dan pembinaan mental. (Candra)









