Minggu,24 Mei 2026
Pukul: 18:53 WIB

Kampung Sawah Tengah Hilang dalam Sehari, Warga Cidadap Kehilangan Rumah dan Masa Depan

Kampung Sawah Tengah Hilang dalam Sehari, Warga Cidadap Kehilangan Rumah dan Masa Depan

Rabu, 17 Desember 2025
/ Pukul: 11:43 WIB
Rabu, 17 Desember 2025
Pukul 11:43 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com — Tidak ada lagi yang bisa dikenali dari Kampung Sawah Tengah, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Dalam waktu kurang dari 24 jam, kampung yang selama puluhan tahun menjadi tempat hidup ratusan jiwa itu lenyap, tersapu derasnya luapan Sungai Cidadap yang menggerus daratan tanpa ampun.

Bencana yang terjadi Rabu (17/12/2025) itu meninggalkan duka mendalam bagi warga. Rumah-rumah yang sehari sebelumnya masih berdiri, kini hanya menyisakan puing dan hamparan air. Sungai yang dulu berada jauh dari permukiman, kini mengambil alih ruang hidup warga, seolah menelan seluruh kampung.

Abdul Manan, tokoh masyarakat setempat, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat memperlihatkan lokasi yang kini telah berubah menjadi bagian dari badan sungai.

Baca Juga  Penebangan di Tengah Bencana Hutan Hanjuang Jampang Disorot, Perhutani Dinilai Tak Punya Nurani

“Semua hilang dalam hitungan jam. Tidak ada yang bisa kami selamatkan. Kampung ini sudah tidak ada lagi,” ujarnya lirih di tengah sisa-sisa bangunan yang berserakan.

Data sementara mencatat, dari 23 rumah yang berdiri di Kampung Sawah Tengah, sebanyak 16 unit telah roboh dan hanyut terbawa arus. Sementara tujuh rumah lainnya berada di ambang kehancuran dan terancam ikut terseret jika debit air kembali meningkat.

Kerusakan tersebut baru tercatat di satu titik. Warga meyakini masih ada permukiman lain di sepanjang Sungai Cidadap yang mengalami nasib serupa, namun belum sepenuhnya terdata.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Terus Melanda, DPRD Sukabumi Ingatkan Kesiapsiagaan dan Solidaritas Warga

Perubahan alur sungai menjadi penyebab utama tragedi ini. Arus air bergeser ratusan meter dari jalur semula, mengikis tanah hingga menyatu dengan kawasan tempat tinggal warga.

“Dulu sungainya jauh dari rumah kami. Sekarang, rumah kami justru sudah menjadi sungai,” kata Manan, menggambarkan perubahan alam yang drastis.

Seluruh warga terdampak kini mengungsi di SD Negeri Kawungluwuk. Mereka meninggalkan bukan hanya rumah, tetapi juga kenangan dan sumber penghidupan. Tak ada lagi tempat untuk kembali, karena lahan tempat berdiri bangunan telah lenyap.

Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir dengan bantuan darurat, tetapi juga memberikan kepastian masa depan. Relokasi ke tempat yang aman dan layak huni menjadi harapan utama mereka.

Baca Juga  HEBOH “AWAN HITAM” DI PATOKBEUSI SUBANG, DIDUGA LIMBAH INDUSTRI

“Kami tidak minta banyak. Kami hanya ingin punya tempat tinggal yang aman. Kampung kami sudah hilang,” tutur Manan mewakili suara para pengungsi.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan lanjutan dan rencana pemindahan permanen dari wilayah rawan bencana.

Editor: Demi Pratama Adiputra

 

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)