Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sukabumi, Jembatan di Cikembar Putus Tergerus Arus

SUKABUMI – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (2/11/2025) sore menyebabkan bencana banjir dan longsor di sejumlah kecamatan. Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Cibadak dan Cikembar.

Di Kecamatan Cibadak, hujan deras turun sejak pukul 15.30 hingga 18.00 WIB. Akibatnya, beberapa titik di Kampung Pangasahan RT 02/RW 22 dan Babakan Banten, Desa Sukasirna, terendam banjir. Puluhan hektare area persawahan dan kolam ikan ikut tergenang setelah aliran sungai di wilayah tersebut meluap.

Kepala Desa Sukasirna, Deni Riswandi, membenarkan peristiwa tersebut.

Baca Juga  Tiga Rumah Warga Nyaris Terendam, Drainase Mangkrak di Bojongkokosan Sukabumi

“Benar, di Kampung Pangasahan sawah-sawah terendam banjir. Tingginya curah hujan membuat air meluap. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa. Tidak ada rumah yang terendam,” ujar Deni saat dihubungi, Sabtu malam.

Sementara itu di Kecamatan Cikembar, sebuah jembatan penghubung antara Desa Sukamulya dan Desa Cimanggu di Kampung Kebon Jeruk RT 03/RW 10 dilaporkan putus akibat tergerus derasnya arus sungai.

Jembatan sepanjang 20 meter dengan lebar 5 meter itu merupakan akses utama warga yang sebelumnya dibangun secara gotong royong oleh masyarakat dua desa tersebut.

Baca Juga  Edukasi di SDN 12 Cibadak, Polisi Tekankan Anti Bullying dan Narkoba

Di kawasan industri Olimpic, Cikembar, hujan deras disertai angin kencang juga berdampak pada sejumlah pedagang. Beberapa lapak jualan dan payung rusak diterpa angin, sementara sejumlah gerobak dagangan terbalik.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut. Pemerintah desa dan aparat setempat mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: M Mawaldi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *