SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Warga Kampung Kebon Bolo dan Cibatu Hilir, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh kemunculan seekor buaya di aliran Kali Cibatu, pada Senin (25/05/2026). Khawatir membahayakan keselamatan, warga dari dua ke-RW-an kompak turun ke sungai untuk mengepung dan menangkap reptil tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, buaya tersebut pertama kali terlihat oleh salah seorang warga yang tengah melintas di jalan pinggir Kali Cibatu—tepatnya di perbatasan antara Kali Cibatu Girang dan Kali Cibatu Hilir.
Mantan Ketua RW 11 Cibatu Hilir sekaligus tokoh masyarakat setempat, Pian Sopian, mengungkapkan bahwa kabar kemunculan buaya ini awalnya sempat memicu keraguan di kalangan masyarakat. Pasalnya, seumur hidup warga, belum pernah ada riwayat kemunculan buaya di aliran kali tersebut.
”Awalnya warga sempat tidak percaya, dikira bukan buaya tapi biawak (bayawak dalam bahasa Sunda). Tapi setelah dipastikan dan dipantau terus, ternyata memang benar buaya asli,” ujar Pian Sopian kepada tim jurnalis di lokasi kejadian.
Proses Penangkapan Dramatis Selama 4 Jam
Lantaran Kali Cibatu sering digunakan oleh anak-anak sekitar untuk berenang, warga pun berinisiatif untuk segera mengevakuasi buaya tersebut sebelum memakan korban. Aksi gotong royong langsung digelorakan oleh warga RT 02 dan RT 03 RW 10 Kampung Kebon Bolo, bekerja sama dengan warga RT 01 RW 11 Cibatu Hilir.
Wawan H, salah seorang warga yang memimpin aksi penangkapan bersama rekannya, Jajang, menceritakan bahwa proses penjinakan predator air ini berlangsung cukup lama dan menegangkan. Warga harus berjibaku selama hampir empat jam di dalam air.
”Informasi awal kami pantau dulu untuk memastikan. Begitu posisinya jelas, langsung kami eksekusi. Prosesnya sekitar empat jam, dari jam 2 siang baru bisa ketangkap sekitar setengah 6 sore,” kata Wawan.
Wawan menambahkan, warga menangkap buaya tersebut dengan menggunakan peralatan seadanya berupa tali tambang. “Sempat ada perlawanan karena posisinya berada di tengah kali. Ada sekitar empat orang warga yang nekat terjun langsung ke air untuk mengikatnya,” tambahnya.
Diduga Hewan Peliharaan yang Lepas
Aksi sigap warga ini juga mendapat pendampingan dari relawan SAR setempat. Anggota SAR, Kang Asep, yang tiba di lokasi pasca-penangkapan, mengonfirmasi bahwa buaya tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter.
”Kami menerima telepon dari masyarakat mengenai adanya penampakan buaya ini dan langsung meluncur ke TKP. Alhamdulillah, saat tiba, buayanya sudah berhasil diamankan oleh warga dengan selamat,” jelas Kang Asep.
Berdasarkan estimasi fisik, buaya tersebut diperkirakan berusia sekitar 3 tahun. Muncul dugaan kuat di kalangan warga dan relawan bahwa reptil tersebut merupakan hewan peliharaan seseorang yang terlepas ke aliran sungai.
Hingga Senin malam, buaya muara tersebut masih diikat dan diamankan sementara waktu oleh warga di kawasan Kampung Kebon Bolo, RW 10. Pihak relawan dan tokoh masyarakat setempat kini tengah berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk proses evakuasi dan penyerahan satwa secara resmi.
Reporter: Suhendi Soex








