Selasa,28 April 2026
Pukul: 12:24 WIB

HEBOH “AWAN HITAM” DI PATOKBEUSI SUBANG, DIDUGA LIMBAH INDUSTRI

HEBOH “AWAN HITAM” DI PATOKBEUSI SUBANG, DIDUGA LIMBAH INDUSTRI

Selasa, 28 Oktober 2025
/ Pukul: 23:02 WIB
Selasa, 28 Oktober 2025
Pukul 23:02 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan oleh kemunculan gumpalan busa berwarna hitam yang beterbangan hingga memasuki kawasan permukiman, Senin (28/10/2025). Fenomena tak lazim ini terekam dalam sejumlah video warga dan langsung viral di media sosial.

Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, tampak busa hitam pekat melayang di udara dan menempel di jalan serta atap rumah warga. Sejumlah warga menyebut, busa tersebut berbau menyengat dan menimbulkan rasa gatal ketika bersentuhan dengan kulit.

“Awalnya kami kira asap kebakaran, tapi pas didekati ternyata busa hitam. Bau banget, kayak limbah pabrik,” ungkap Rohim (45), warga setempat, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga  Banjir Bandang Terjang Cikidang Sukabumi Malam Hari, Lebih dari 20 Rumah Terendam

Beberapa warga menduga, busa misterius itu berasal dari limbah cair industri yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan memadai. Dugaan tersebut menguat karena di sekitar lokasi terdapat sejumlah pabrik yang beroperasi di sektor kimia dan tekstil.

Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang menyatakan tengah melakukan penelusuran untuk memastikan sumber busa tersebut.

“Kami sudah kirim tim ke lokasi untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium. Hasilnya akan segera diumumkan begitu analisis selesai,” ujar Kepala DLH Subang, Dedi Supriatna, saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga  Kementrian Kehutanan Sebut Penyebab Banjir Sukabumi Salah Satunya Pertanian, Anggota DPR RI Ini Marah

Dedi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari kontak langsung dengan busa tersebut hingga ada hasil resmi dari pemeriksaan.

Fenomena ini menambah daftar panjang persoalan pencemaran lingkungan di wilayah industri Subang. Pemerhati lingkungan menilai, kejadian seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pembuangan limbah industri.

“Masalah klasik seperti ini terus berulang. Masyarakat jadi korban, sementara pengawasan terhadap industri masih longgar,” kritik Agus Purnomo, aktivis lingkungan dari LSM Walhi Jabar.

Related Posts

Add New Playlist