Kamis,12 Februari 2026
Pukul: 05:00 WIB

Gerakan Hijau Bersama di Parungkuda, Warga Tanam Pohon untuk Cegah Banjir dan Longsor

Gerakan Hijau Bersama di Parungkuda, Warga Tanam Pohon untuk Cegah Banjir dan Longsor

Minggu, 14 Desember 2025
/ Pukul: 13:58 WIB
Minggu, 14 Desember 2025
Pukul 13:58 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Upaya mitigasi bencana berbasis pelestarian lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya dilakukan warga Kampung Sirnabakti, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, melalui kegiatan penanaman pohon yang digelar di Kampoeng Jamoer Organik Parungkuda, Jalan Raya PLN Sundawenang.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor akibat degradasi lingkungan. Penanaman pohon dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat, siswa-siswi, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (ormas), tokoh masyarakat, hingga perwakilan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa.

Sejumlah bibit pohon ditanam di beberapa titik yang dinilai rawan erosi, khususnya pada kawasan dengan tingkat kemiringan tanah tertentu dan minim tutupan vegetasi.

Ketua Jarnas Pusat, Dr. G. Borlak, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Baca Juga  Sekda Ade Suryaman, Terima Kunjungan Silaturahmi Anggota PWRI Kota Cilegon Provinsi Banten

“Penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Jika dikelola dan dirawat dengan baik, penghijauan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menekan potensi bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyoroti bahwa bencana hidrometeorologi saat ini terjadi secara meluas, tidak hanya di Sukabumi, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Kita ketahui bersama bahwa bencana banjir tidak hanya terjadi di Kabupaten Sukabumi, tetapi juga di beberapa wilayah Sumatra. Di Kabupaten Sukabumi sendiri, pada tanggal 4 kemarin telah terjadi bencana di beberapa titik,” ungkapnya.

Baca Juga  Sekda Ade Suryaman: Sinergi dan Kolaborasi Ulama dan Umaro Berdampak Pada Kebaikan Umat

Ade menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kejadian banjir dan longsor cenderung berulang. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan, salah satunya melalui rehabilitasi lingkungan.

“Saya tidak ingin memperpanjang persoalan. Yang terpenting saat ini adalah fokus ke depan, melakukan upaya pemulihan dan pencegahan dengan menanam pohon agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

“Gerakan Hijau Bersama: Penanaman Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan” yang diinisiasi oleh Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JARNAS Pemuda Hijau)

Kegiatan penanaman pohon ini juga dibarengi dengan imbauan kepada masyarakat agar turut merawat bibit yang telah ditanam. Perawatan berkelanjutan dinilai krusial agar tanaman dapat tumbuh optimal dan memberikan fungsi ekologis secara maksimal.

Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari “Gerakan Hijau Bersama: Penanaman Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan” yang diinisiasi oleh Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JARNAS Pemuda Hijau) bersama sejumlah relawan dan yayasan, di antaranya Yayasan Mahakarya Hambalang Indonesia.

Baca Juga  Polres Sukabumi Tanam Ribuan Pohon, Upaya Reboisasi dan Kurangi Polusi Udara

Perwakilan Yayasan Mahakarya Hambalang Indonesia, Victoria, menyampaikan bahwa kegiatan ini digagas sebagai respons terhadap semakin nyata krisis lingkungan, mulai dari deforestasi, degradasi lahan, banjir, tanah longsor, hingga dampak perubahan iklim.

“Gerakan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan aksi nyata pemuda sebagai agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam demi generasi mendatang,” kata Victoria kepada SUKABUMISATU.com.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat memperkuat pendekatan mitigasi bencana berbasis lingkungan dan partisipasi publik, serta mengimbau masyarakat untuk memastikan keberlanjutan melalui perawatan dan pengawasan tanaman secara jangka panjang. (Suhendi Soex) 

 

Related Posts

Add New Playlist