Gelar Konfercab III, Dewek Sapta Anugrah Resmi Nahkodai PA GMNI Sukabumi Raya

Dewek Sapta Anugerah, Ketua PA GMNI Kabupaten Sukabumi dan Sekretaris SC Pelaksanaan kerja kesatuan alumni sekolah raya Joe Sarabiti (istimewa)

SUKABUMISATU.com – Persatuan Alumni (PA) GMNI Sukabumi Raya sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 pada Minggu (6/9/2026). Agenda organisasi yang berfokus pada proses pergantian ketua dan restrukturisasi kepengurusan ini menetapkan Dewek Sapta Anugrah sebagai Ketua PA GMNI Sukabumi Raya terpilih.

​Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari. Dalam sambutannya, Ineu menyampaikan bahwa Konfercab ini merupakan bagian dari agenda penting organisasi dalam melakukan proses restrukturisasi di seluruh wilayah Jawa Barat.

​Ineu berharap forum Konfercab III PA GMNI Sukabumi Raya ini mampu melahirkan kepemimpinan yang organik, melancarkan proses pendistribusian kader, serta memperkuat penataan organisasi ke depan.

Baca Juga  Pecah Kongsi di Tubuh GMNI, Sekretaris GMNI Sukabumi Raya: Fragmentasi Bukan Jalan Juang!

​“Konfercab ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang organik demi membenahi dan mengonsolidasikan alumni-alumni yang ada di Sukabumi Raya,” ujar Ineu.

​Fokus Advokasi Kaum Marhaen di Sukabumi

​Sementara itu, Ketua PA GMNI Sukabumi Raya terpilih, Dewek Sapta Anugrah, mengajak seluruh alumni dan peserta yang hadir untuk memperkuat sinergitas serta kolaborasi dalam mengawal isu-isu kerakyatan di wilayah Sukabumi.

​Dewek menyoroti bahwa kondisi kaum marhaen di Sukabumi Raya—mulai dari para petani penggarap di pedesaan, buruh industri/pabrik, nelayan di kawasan pesisir selatan, pedagang kaki lima, hingga pekerja informal—masih kerap berhadapan dengan masalah ketimpangan ekonomi dan akses kesejahteraan.

Baca Juga  Dewek: Rotasi Mutasi, Bupati Asep Harus Lepas dari Kepentingan Politik

​Menurutnya, penataan organisasi PA GMNI harus berorientasi pada kerja-kerja ideologis yang nyata di tengah masyarakat kecil tersebut.

​“Sinergitas dan kolaborasi alumni harus diwujudkan dalam kerja-kerja ideologi di ruang taktis maupun strategis. Ini adalah langkah konkret membumikan Marhaenisme di Sukabumi Raya, agar keberpihakan terhadap kaum marhaen—baik petani, buruh, nelayan, maupun rakyat kecil lainnya—dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya,” tegas Dewek.

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *