DPRD Sukabumi Dukung Pementasan Pulo Megalodon Jampang sebagai Media Edukasi Sejarah dan Lingkungan

SUKABUMISATU.com – Pementasan teater Pulo Megalodon Jampang yang digelar di kawasan Goa Cigintung, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan. Pertunjukan tersebut dinilai mampu mengangkat kekayaan sejarah lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Menurut Dadang, karya seni yang mengangkat kisah hiu purba Megalodon tersebut menjadi bentuk inovasi dalam mengenalkan potensi sejarah dan budaya Pajampangan kepada masyarakat luas. Melalui pendekatan seni pertunjukan, pesan-pesan edukatif dapat tersampaikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

“Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarana edukasi yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah daerahnya sendiri. Nilai-nilai budaya, pengetahuan, dan kepedulian terhadap lingkungan tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Layanan RSUD Palabuhanratu Disorot, Ada Mafia Anggaran?

Pementasan yang berlangsung selama tiga hari itu mengambil latar cerita dari penemuan fosil gigi hiu purba Megalodon di wilayah Sukabumi Selatan. Kisah tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah pertunjukan teater yang memadukan unsur sejarah, budaya lokal, dan isu lingkungan yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak.

Dadang menilai keberadaan Goa Cigintung dan kawasan sekitarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Selain menyimpan jejak sejarah purba, kawasan tersebut juga dapat menjadi pusat pembelajaran bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh warisan geologi dan budaya Sukabumi.

Baca Juga  Selamat Hari Pendidikan Nasional

Ia juga berharap berbagai komunitas seni dan budaya terus mendapatkan ruang untuk berkarya serta berkontribusi dalam memperkenalkan potensi daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku seni, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Lebih lanjut, Dadang mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan situs-situs bersejarah yang ada di wilayah Pajampangan. Dengan pengelolaan yang baik, potensi tersebut diyakini mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Sebagaimana dilaporkan SukabumiSatu.com, pementasan Pulo Megalodon Jampang menjadi salah satu upaya kreatif dalam mengangkat identitas lokal melalui seni pertunjukan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga warisan sejarah dan kelestarian alam di Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *