SUKABUMISATU.com – Suara gemericik air dan udara sejuk pegunungan kembali menyapa setiap langkah wisatawan yang datang ke Curug Citaman, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Setelah sempat porak poranda akibat banjir bandang pada September 2020, kini air terjun yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) itu kembali bangkit, menawarkan pesona alam yang memikat.
Pemandangan di sekitar curug kini terlihat jauh lebih tertata. Jalur setapak yang dulu terputus sudah diperbaiki, pepohonan rindang tumbuh kembali, dan suara deras air jatuh dari ketinggian seolah menjadi simbol kebangkitan Curug Citaman dari masa-masa sulit.
“Sekarang tempatnya jauh lebih indah dan bersih dari dulu. Airnya jernih banget, cocok buat ngadem setelah seminggu kerja di kota,”ujar Rizky (27), wisatawan asal Bogor yang datang bersama teman-temannya, Sabtu (19/10).
Selain air terjun utama, daya tarik Curug Citaman terletak pada bathup alami yang menampung air jernih di bawahnya. Banyak wisatawan memanfaatkan kolam tersebut untuk berendam sambil menikmati udara segar khas kaki Gunung Salak.
“Dulu waktu banjir bandang, sempat rusak parah. Sekarang malah jadi lebih bagus karena jalurnya udah ditata, ada tempat duduk juga buat pengunjung,”tutur Asep (42), warga lokal yang kini membuka warung kecil di area wisata.
Upaya pemulihan kawasan wisata ini memang tidak singkat. Pihak pengelola TNGHS bersama masyarakat sekitar telah melakukan perbaikan sejak pertengahan 2020, termasuk pembangunan akses jalan, jembatan kecil, hingga fasilitas umum untuk pengunjung.
Kini, kerja keras itu mulai membuahkan hasil. Setiap akhir pekan, puluhan hingga ratusan wisatawan berdatangan, tak hanya dari Sukabumi, tapi juga dari Bogor, Tangerang, dan Jakarta. Kehadiran mereka turut menggerakkan roda ekonomi warga, dari pedagang makanan, penyedia parkir, hingga jasa pemandu wisata.
“Dulu sepi banget, tapi sekarang kalau Sabtu–Minggu ramai lagi. Kami yang jualan bisa ikut merasakan manfaatnya,”kata Yayah (35), pedagang minuman di area pintu masuk.
Dengan panorama alam yang pulih, dukungan warga, dan semangat gotong royong untuk menjaga kelestarian, Curug Citaman kini tak hanya menjadi destinasi wisata alam favorit, tapi juga simbol kebangkitan masyarakat Cicurug setelah bencana. (Adv)









