Bukan Sekadar Rusak, Alasan Mistis Ini Buat Warga Usulkan Pemindahan Jembatan Lodaya-Kamandoran

Kondisi Jembatan penghubung Kampung Sekarwangi dan Desa Karangtengah Cibadak.

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Harapan warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi untuk memiliki akses jembatan yang layak segera terwujud. Pemerintah Desa Karang Tengah memastikan jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Lodaya dengan Kampung Kamandoran akan segera diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Rabu, (01/04/2026).

​Kondisi jembatan yang menjadi akses vital bagi warga RW 08 dan RW 09 tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah. Selain faktor usia yang sudah puluhan tahun, kerusakan signifikan mulai terjadi pada Januari lalu akibat dihantam debit air sungai yang tinggi.

​Kepala Desa Karang Tengah, Agung Pratama Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi untuk percepatan perbaikan.

​”Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan informasi baik dari Bapak Bupati melalui dinas terkait. Insyaallah, secepatnya di bulan ini jembatan tersebut akan diintervensi dan diperbaiki,” ujar Agung kepada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Semrawut di Balik Megaproyek Tol Bocimi: Kabel Putus, Irigasi Tertutup, dan Urugan dari Tambang Tanpa Izin

Akses Pendidikan dan Pertimbangan Relokasi

​Jembatan ini bukan sekadar akses penghubung biasa. Berdasarkan asesmen pihak desa, jembatan gantung ini merupakan jalur utama bagi anak-anak sekolah menuju SMP 1 Al-Hidayah dan PGRI.

​Namun, muncul wacana mengenai relokasi letak jembatan. Agung menjelaskan adanya masukan dari warga terkait pemindahan titik jembatan ke arah wilayah Sekarwangi. Hal ini didasari oleh faktor keamanan dan kenyamanan warga yang merasa trauma dengan sejarah kelam di lokasi jembatan lama.

​”Ada pertimbangan dari warga karena dulu pernah ada kejadian warga gantung diri di sana, sehingga banyak yang takut melintas. Kami akan segera merapatkan hal ini dengan para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menentukan apakah tetap di lokasi eksisting atau dialihkan agar lebih efektif,” jelasnya.

Baca Juga  Innalillahi! Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Cibadak, Kerugian Mencapai Rp 650 juta

Sempat Ditutup Demi Keselamatan

​Mengingat kondisinya yang membahayakan, pihak desa sebenarnya sempat menutup jembatan tersebut, terutama saat curah hujan tinggi yang memicu banjir bandang. Namun, saat momentum Lebaran kemarin, akses kembali dibuka sementara untuk memudahkan warga yang hendak berziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah tersebut.

​Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemdes Karang Tengah sebenarnya telah membangun jembatan alternatif pada tahun 2025 yang menghubungkan Kamandoran dengan Kelurahan Sekarwangi.

​”Kami mengimbau masyarakat, jika nanti jembatan ini sudah diperbaiki, mari kita sama-sama merawatnya. Jangan hanya jadi pengguna, tapi saat ada kerusakan kecil segera informasikan ke desa agar bisa cepat ditangani,” pungkas Agung.

Baca Juga  Innalillahi! Dua Rumah Hangus Terbakar di Cibadak Sukabumi

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *