Senin,9 Maret 2026
Pukul: 16:30 WIB

Bantah Insiden saat MPLS, Ini Kronologi Siswa SMPN 1 Ciambar Tewas Tenggelam versi Plt Kadisdik

Bantah Insiden saat MPLS, Ini Kronologi Siswa SMPN 1 Ciambar Tewas Tenggelam versi Plt Kadisdik

Minggu, 23 Juli 2023
/ Pukul: 17:13 WIB
Minggu, 23 Juli 2023
Pukul 17:13 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni, membantah bahwa insiden yang menewaskan siswa SMPN 1 Ciambar berinisal MA (13) terjadi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia hanya membenarkan peristiwa itu terjadi di sela kegiatan sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Jujun usai menyambangi rumah duka keluarga korban di Kampung Selaawi Hilir, Desa Cibunar Jaya, Kecamatan Ciambar, Minggu (23/7/2023).

“Berdasarkan informasi yang saya dapat peristiwa itu terjadi di sela kegiatan hiking dan botram. Korban dan beberapa temannya diduga memisahkan diri dari rombongan saat dalam perjalanan pulang ke sekolah,” ujar Jujun kepada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Anak Tenggelam di Sungai Cimandiri, Pencarian Masih Dilakukan

Jujun menjelaskan, kegiatan MPLS di semua sekolah di Kabupaten Sukabumi berakhir pada Jumat 23 Juli, atau sehari sebelum insiden terjadi.

Ada pun kegiatan hiking dan botram adalah acara SMPN 1 Ciambar yang rutin digelar setiap tahun setelah MPLS. Ia menegaskan, saat itu tidak ada kegiatan susur sungai.

“Itu memang acara sekolah, makanya dihadiri guru dan kepala sekolah. Hanya hiking lalu makan bersama atau botram . Tidak ada susur sungai,” kata dia.

“Acara selesai sebelum zuhur, dan anak tersebut baru diketahui tidak ikut rombongan ke sekokah, setelah zuhur. Saat itu rombongan siswa lainnya dan guru sudah berada di sekolah,” kata dia.

Baca Juga  Siswa SMPN 1 Ciambar Tewas Tenggelam, Komisi IV DPRD Kab Sukabumi Segera Panggil Disdik dan Pihak Sekolah

Upaya pencarian pun dilakukan dan pihak sekolah berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Hingga akhirnya MA ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Lebih lanjut Jujun menegaskan insiden ini memjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Pihaknya akan menyebar surat edaran untuk melarang sekolah mengadakan kegiatan di luar sekolah.

“Boleh saja dilakukan di luar sekolah dengan mempertimbangkan banyak faktor. Termasuk faktor keamanan,” kata dia.

“Kemudian inti pertemuan tadi, akan ada pembicaraan lebih intens antara sekolah dan pihak keluarga yang dimediasi oleh Forkopimcam,” tambahnya.

Dalam kunjungan itu, Jujun didampingi Kabid Pengelolaan SMP, Kasi Kesiswaan SMP, MKKS, dan perwakilan PGRI. Hadir pula Kepala SMPN 1 Ciambar dan perwakilan Forkopimcam.

Baca Juga  Satu Rumah Nyaris Tertimbun Longsor di Ciambar Sukabumi, Enam Bangunan Lainnya Terancam

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist