SUKABUMISATU.COM – PT Kino Indonesia segera menggarap pembangunan kolam atau bak penampungan limbah awal di pabriknya yang berlokasi di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Proyek ini dipastikan sudah menempuh semua proses perizinan dan tidak mengganggu sumber air warga sekitar.
Head of PR Kino, Arviane D B, menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan peremajaan bak penambungan limbah awal ini kepada masyarakat sekitar. Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan secara rinci terkait rencana proyek termasuk spesifikasi bak yang akan dibangun.
“Tadi pagi sudah disosialisasikan dan alhamdulillah masyarakat pun setuju dengan pembangunan ini,” kata Ane usai jumpa pers yang diselenggarakan di Resto De Kebondjati, Kota Sukabumi, Rabu (03/01/2023).
Ane menjelaskan, sosialisasi tersebut adalah bentuk keterbukaan kepada masyarakat terkait aktivitas perusahaan. Dalam menjalankan usahanya, PT Kino Indonesia juga berkomitmen untuk berkontribusi terhadap lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik.
“Kami memiliki prinsip untuk menjalankan usaha yang sustain (berkelanjutan,red), dan bermanfaat untuk lingkungan. Selain peremajaan limbah awal, juga akan ada pembuatan resapan air hujan,” kata dia.
“Konservasi air hujan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi langsung kepada warga,” tambahnya.
Health, Safety, Environtment (HSE) Corporate PT Kino Indonesia, Titik J, menjelaskan terkait spesifikasi kolam atau bak penampungan limbah awal yang akan dibangun. Kolam dibangun dengan luas 200 meter persegi dan kedalaman 4 meter.
“Pembangunannya itu kan peremejaan. Awalnya kami sudah memiliki bak penampungan limbah awal namun usianya sekarang sudah 23 tahun. Kami mempertimbangkan segala sesuatunya sehingga dilakukan peremajaan. Kita geser lokasinya sekitar 10 meter,” kata dia.
Ia menambahkan, proyek pembangunan bak penampungan limbah awal akan dilakukan dalam waktu dekat. Proses pembangunan ditarget memakan waktu sekitar 4 bulan.
Kolam akan dibangun dengan material yang kokoh, solid, dan tahan bocoran. Setelah pembangunan selesai, PT Kino Indonesia juga akan melakukan uji coba sebelum kolam penampungan limbah awal yang baru dioperasikan.
“Bak penampungan limbah awal ini adalah untuk penampungan awal dari sisa produksi dan pembilasan. Nantinya limbah akan melalui proses instalasi pengolahan air limbah. Proses netralisasi, koagulasi , sedimentasi , aerasi boligical proces, dan melalui sand filter dan carbon filter,” kata dia.
“Proses ini dilakukan sesuai aturan dengan harapan hasilnya jernih dan memenuhi baku mutu lingkungan yang sudah ditentukan pemerintah,” kata dia.
Nantinya, air hasil pengolahan dari limbah akan dialirkan ke Sungai Cibodas. Namun sebelum itu, untuk memastikan keamanannya, air akan ditampung di kolam yang sudah ditanam ikan mas.
“Kami alirkan ke bak indikator ikan. Kami taruh ikan mas, ikan yang sensitifitasnya tinggi. Kalau hasilnya tidak memenuhi baku mutu, pasti ikannya kolaps. Untuk memenuhi baku mutu kami juga rutin melakukan uji baku mutu,” kata dia.
Di tempat yang sama, Plant Manager PT Kino Indonesia Shavik, menjelaskan pembangunan ini sudah menempuh perizinan dan akan mematuhi semua regulasi terkait. Ia pun bersyukur rencana pembangunan ini sudah mendapat persetujuan dari warga.
“Sosialisasi dengan warga hari ini berjalan dengan lancar. Warga juga ingin ikut mendampingi proses pembangunan ini, dan ada harapan juga agar kedepannya program CSR dari kami bisa dilakukan lebih baik lagi,” tukasnya.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor










