Selasa,26 Mei 2026
Pukul: 23:34 WIB

Dorong Energi Bersih, Pemprov Jabar Perkuat Kajian Ilmiah Proyek Panas Bumi: Ahli Jamin Aman Bagi Sumber Air

Dorong Energi Bersih, Pemprov Jabar Perkuat Kajian Ilmiah Proyek Panas Bumi: Ahli Jamin Aman Bagi Sumber Air

Selasa, 26 Mei 2026
/ Pukul: 21:09 WIB
Selasa, 26 Mei 2026
Pukul 21:09 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

​BANDUNG, SUKABUMISATU.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mendorong pemanfaatan energi bersih melalui penguatan kajian ilmiah pada proyek panas bumi (geothermal). Langkah strategis ini diambil guna mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) demi mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060 mendatang.

​Jawa Barat sendiri menjadi salah satu wilayah prioritas karena dianugerahi cadangan panas bumi terbesar di Indonesia. Potensi ini sangat strategis untuk menyuplai listrik bersih secara konstan selama 24 jam penuh demi memenuhi kebutuhan energi rendah emisi sekaligus menjaga kelestarian alam.

​Jaminan Keamanan Sumber Air Warga

​Menanggapi perhatian publik terkait dampak lingkungan, ahli vulkanologi dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Nana Sulaksana, M.SP., menegaskan bahwa operasional panas bumi sejak awal dirancang untuk melindungi lingkungan, terutama sumber air bersih masyarakat.

​“Pengeboran dilakukan sangat dalam pada kedalaman reservoir antara 1.500 hingga 3.000 meter di bawah permukaan tanah. Lapisan tersebut berada jauh di bawah zona air tanah dangkal yang digunakan oleh masyarakat yang umumnya terletak di kedalaman 100 hingga 200 meter,” ujar Prof. Nana.

​Ia menambahkan, kedua zona ini terpisah secara alami oleh lapisan batuan penutup (cap rock) yang bersifat kedap. Hal ini memastikan air panas bumi tidak akan mengganggu atau mencemari sumber air warga.

​Selain itu, proyek geothermal di Jawa Barat menerapkan sistem sirkulasi tertutup (closed-loop system). Artinya, seluruh fluida atau air panas bumi yang telah diambil akan dimasukkan kembali seutuhnya ke dalam tanah melalui sumur reinjeksi, sehingga tidak mengganggu suplai air permukaan.

​Berbeda dengan sektor tambang terbuka, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) menggunakan metode pipa khusus yang kokoh dan minim bukaan lahan.

​“Seluruh aktivitas PLTP dikawal oleh sistem pemantauan seismik digital selama 24 jam penuh untuk mendeteksi getaran sekecil apa pun. Model pengelolaan yang aman dan ramah lingkungan seperti ini sudah terbukti sukses berjalan puluhan tahun di PLTP Kamojang,” pungkasnya.

​Bukti Nyata Keberhasilan di Jawa Barat

​Keberhasilan implementasi teknologi yang aman dan harmonis dengan lingkungan ini telah tercermin nyata pada sejumlah proyek geothermal yang telah beroperasi selama puluhan tahun di Jawa Barat, di antaranya:

​PLTP Kamojang (Garut & Kabupaten Bandung): Beroperasi sejak 1982 sebagai pionir panas bumi nasional, kehadiran industri ini justru menjadi motor penggerak pelestarian alam. Operasional di sana berjalan berdampingan dengan konservasi satwa endemik seperti Owa Jawa dan Elang Jawa. Melalui inovasi Hydrogen of Things, sisa air hasil operasional kini dioptimalkan untuk menghasilkan Green Hydrogen sebagai sumber energi bersih transportasi.

​PLTP Wayang Windu: Infrastruktur pembangkitan listrik terbukti beroperasi secara harmonis di tengah Perkebunan Teh Malabar. Aktivitas produksi energi tetap berjalan selaras tanpa mengganggu produktivitas komoditas teh maupun kegiatan ekowisata berbasis alam di sekitarnya.

​PLTP Patuha (Ciwidey): Merealisasikan komitmen keberlanjutan lewat pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi untuk fasilitas pengeringan kopi serta pembinaan kelompok tani lokal, yang sukses meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjaga tutupan vegetasi hutan.

​Melalui komitmen penuh pada operasional yang aman, proyek panas bumi di Jawa Barat terus mengedepankan kolaborasi aktif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Langkah ini memastikan ketahanan energi nasional berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan pembangunan daerah. (red)

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)