SUKABUMISATU.com – Komunitas pehobi burung Free Fly asal Sukabumi tengah mematangkan persiapan untuk mengikuti ajang kompetisi bergengsi di Malang yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Mei mendatang. Para pecinta burung mahal ini lakukan latihan bersama di Bukit Panenjoan Cibadak. Minggu, (3/5/26).
Ade Muhammad Kurnia, salah satu pehobi kawakan asal Sukabumi, menyatakan bahwa kegiatan latihan di Bukit Panenjoan kali ini bukan sekadar hobi rutin, melainkan persiapan serius menghadapi event berskala internasional tersebut.
Ajang Pembuktian di Level Internasional
Kompetisi di Malang nanti diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Tidak hanya diikuti oleh peserta dari seluruh penjuru nusantara, delegasi dari Malaysia pun dikabarkan akan turut hadir meramaikan persaingan.
“Ini bisa dibilang event terbesar. Dari Sukabumi sendiri, kami menargetkan bisa menurunkan sekitar 10 sampai 15 orang untuk ikut serta,” ujar Ade saat ditemui di sela-sela latihannya Minggu, (3/5/26).
Kategori dan Penilaian
Dalam kompetisi nanti, terdapat tiga kategori utama yang akan dilombakan berdasarkan ukuran burung, yaitu:
Small (ukuran kecil)
Medium (ukuran menengah)
Large (ukuran besar)
Ade menambahkan bahwa pemilihan lokasi latihan di perbukitan sangat penting karena memberikan medan yang menantang, mulai dari ketinggian hingga kondisi angin, yang sangat membantu kesiapan fisik dan mental burung.
Misi Edukasi dan Pelestarian
Di balik kemeriahan kompetisi, Ade membawa misi edukasi bagi masyarakat luas mengenai burung Free Fly. Ia berharap masyarakat dapat mengenali perbedaan antara burung liar dengan burung peliharaan yang telah dilatih khusus.
“Harapannya masyarakat makin tahu tentang Free Fly. Burung jenis ini punya ciri khas, terutama ada ID card berupa ring atau borgol di kakinya,” jelas Ade pada sukabumisatu.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak sembarangan menembak atau mengklaim burung yang sedang terbang bebas, karena burung-burung tersebut memiliki pemilik yang telah melatihnya dengan penuh kesabaran.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra








