Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Kabandungan, 2 Hektare Sawah Terendam Luapan Sungai Citamiyang

Banjir bandang di Kabandungan Sukabumi. Sumber, P2BK Kec Kabandungan.

SUKABUMISATU.com, KABANDUNGAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana. Kali ini, banjir bandang dilaporkan menerjang area persawahan di Desa Cipetey, Kecamatan Kabandungan, Senin (20/04/2026) malam.

​Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Meluapnya aliran Sungai Citamiyang disinyalir menjadi penyebab utama air merendam lahan pertanian milik warga.

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Yusuf, mengungkapkan bahwa banjir bandang ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan terus-menerus sejak sore hari.

​”Akibat hujan yang tidak kunjung reda, debit air Sungai Citamiyang meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi persawahan warga di dua titik lokasi,” ujar Yusuf dalam laporan resminya.

Baca Juga  Setelah 9 Bulan Hidup Dalam Tenda, 28 Keluarga di Lengkong Akhirnya Temukan 'Rumah'

Dua Kampung Terdampak

​Berdasarkan data assement di lapangan, terdapat dua titik lokasi yang terdampak cukup serius, yakni:

Kampung Sukagalih: RT 02/09, Desa Cipetey.

​Kampung Lewi Waluh: RT 02/07, Desa Cipetey.

​Sedikitnya 2 hektare lahan sawah milik warga dipastikan terdampak luapan air. Meski merendam area pertanian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang harus mengungsi.

Upaya Penanganan

​Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Kabandungan, perangkat Desa Cipetey, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta unsur RT/RW setempat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan.

Baca Juga  Angin Kencang Terjang Sagaranten, Pohon Afrika Tumbang Timpa Dapur Warga Cigadog

​”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk melakukan penilaian (assessment) kerugian lebih lanjut,” tambah Yusuf.

​Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Reporter: Chuba Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *