Selasa,21 April 2026
Pukul: 22:09 WIB

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Kabandungan, 2 Hektare Sawah Terendam Luapan Sungai Citamiyang

Hujan Deras Picu Banjir Bandang di Kabandungan, 2 Hektare Sawah Terendam Luapan Sungai Citamiyang

Selasa, 21 April 2026
/ Pukul: 18:37 WIB
Selasa, 21 April 2026
Pukul 18:37 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, KABANDUNGAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana. Kali ini, banjir bandang dilaporkan menerjang area persawahan di Desa Cipetey, Kecamatan Kabandungan, Senin (20/04/2026) malam.

​Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Meluapnya aliran Sungai Citamiyang disinyalir menjadi penyebab utama air merendam lahan pertanian milik warga.

​Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Yusuf, mengungkapkan bahwa banjir bandang ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan terus-menerus sejak sore hari.

​”Akibat hujan yang tidak kunjung reda, debit air Sungai Citamiyang meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi persawahan warga di dua titik lokasi,” ujar Yusuf dalam laporan resminya.

Baca Juga  Angin Kencang Rusak Rumah Warga Curugkembar, Keluarga Anyun Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem

Dua Kampung Terdampak

​Berdasarkan data assement di lapangan, terdapat dua titik lokasi yang terdampak cukup serius, yakni:

Kampung Sukagalih: RT 02/09, Desa Cipetey.

​Kampung Lewi Waluh: RT 02/07, Desa Cipetey.

​Sedikitnya 2 hektare lahan sawah milik warga dipastikan terdampak luapan air. Meski merendam area pertanian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa, luka-luka, maupun warga yang harus mengungsi.

Upaya Penanganan

​Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Kabandungan, perangkat Desa Cipetey, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta unsur RT/RW setempat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan.

Baca Juga  Angin Kencang dan Hujan Es Landa Sukabumi, Warga Bojonggenteng Mengungsi

​”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk melakukan penilaian (assessment) kerugian lebih lanjut,” tambah Yusuf.

​Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terus mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Reporter: Chuba Yusuf

Related Posts

Add New Playlist