Angin Kencang Terjang Cidahu, Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak

Beberapa atap rumah warga yang rusak akibat terjangan angin kencang di Cidahu. Minggu, (12/04/2026).

SUKABUMISATU.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di dua titik, yakni Kampung Legok Nyenang RT 007/005 dan Kampung Cihandeleum RT 006/005, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu.

Akibat kejadian ini, atap sejumlah bangunan dilaporkan beterbangan terbawa angin. Bangunan yang terdampak meliputi satu unit sekolah dasar, yakni SDN 3 Cidahu, serta beberapa rumah warga.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya delapan rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Rumah-rumah tersebut masing-masing milik Agus Sopian (5 jiwa), Dudun (5 jiwa), Muhammad Husen (4 jiwa), Herman (5 jiwa), Yadi (4 jiwa), Hamdan (3 jiwa), Ajan (4 jiwa), dan Hendi (5 jiwa).

Baca Juga  Wujud Empati, Polres Sukabumi Gelar Shalat Ghaib untuk Anggota Polri yang Gugur dan Korban Bencana Cisarua

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp8 juta.

Petugas P2BK Kecamatan Cidahu bersama unsur terkait, seperti perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, serta relawan gabungan, langsung melakukan assessment ke lokasi kejadian.

Bhabinkamtibmas Cidahu, Jejen, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan dari warga, pihaknya bersama tim segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Selain itu, petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Baca Juga  Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Sagaranten Sukabumi, Dua Rumah Warga Rusak

Saat ini, warga bersama petugas melakukan penanganan sementara dengan menutup bagian bangunan yang rusak menggunakan bahan seadanya.

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi meliputi terpal serta material bangunan, khususnya atap, guna mempercepat proses perbaikan rumah warga yang terdampak.

Reporter : Chuba Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *