Anggaran MBG Terancam Dihapus Akibat Lonjakan Harga Minyak, BGN Tutup Pendaftaran Mitra Peringatkan Penipuan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Times Indonesia

SUKABUMISATU.com –  Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah berada dalam pusaran tantangan fiskal yang serius. Pemerintah melalui kementerian terkait mulai melakukan simulasi risiko atau stress test terhadap keberlanjutan anggaran program ini di tengah ketidakpastian ekonomi global.

​Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan adanya opsi pemangkasan anggaran program MBG yang diproyeksikan mencapai Rp 335 triliun untuk tahun ini. Langkah pahit tersebut kemungkinan besar diambil apabila lonjakan harga minyak mentah dunia memicu pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melewati ambang batas aman sebesar 3 persen.

​”Pemerintah terus melakukan simulasi risiko terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh rata-rata US$ 92 per barel per tahun. Hal ini dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat,” ujar Purbaya dalam keterangannya belum lama ini.

Baca Juga  MBG Gagal, Siswa SMPN 2 Cibadak Kecewa Berat

​Kekhawatiran ini muncul karena kenaikan harga energi akan menyedot porsi APBN yang besar untuk subsidi, sehingga ruang fiskal untuk program kesejahteraan seperti MBG harus dikalkulasi ulang demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Waspada Calo Titik Pelayanan

​Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai maraknya praktik penipuan yang memanfaatkan momentum program ini. BGN menegaskan bahwa pendaftaran sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah resmi ditutup.

​Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya, mengungkapkan adanya temuan mengejutkan mengenai jual beli titik Satuan Pelayanan oleh oknum tertentu dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga  Presiden Prabowo Ubah Aturan Makan Gratis: Prioritas untuk Anak Kurang Gizi, Bukan untuk Semua

​”Sekarang sistemnya sudah ditutup. Waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena itu penipuan. Saya pernah menerima bukti video adanya informasi titik jual beli itu senilai Rp 200 juta. Saya langsung cek ID-nya dan kita drop (batalkan) agar oknum yang sudah membayar itu rugi,” tegas Sony dalam sebuah siniar di Jakarta, Jumat (06/03/2026).

​Masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi yang memiliki potensi besar dalam rantai pasok pangan, diminta untuk tidak tergiur oleh iming-iming pihak mana pun yang menjanjikan pengelolaan titik pelayanan dengan meminta imbalan uang.

Editor: Demi Pratama Adiputra

Referensi Sumber (Media Nasional):

​”Menkeu Sebut Defisit APBN Terancam Melebar Akibat Konflik Timur Tengah” – CNBC Indonesia

​”Badan Gizi Nasional Endus Praktik Jual Beli Titik Pelayanan Senilai Rp200 Juta” – Antara News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *