Selasa,12 Mei 2026
Pukul: 18:49 WIB

Bantargadung Berduka, Bupati Asjap dan Disperkim Tinjau Langsung Ratusan Warga Terdampak Pergerakan Tanah Cijambe

Bantargadung Berduka, Bupati Asjap dan Disperkim Tinjau Langsung Ratusan Warga Terdampak Pergerakan Tanah Cijambe

Rabu, 4 Maret 2026
/ Pukul: 10:58 WIB
Rabu, 4 Maret 2026
Pukul 10:58 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
​BANTARGADUNG, SUKABUMISATU.com – Isak tangis dan kekhawatiran menyelimuti warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung. Menanggapi kondisi darurat tersebut, Bupati Sukabumi, Asep Japar, turun langsung ke lokasi bencana didampingi jajaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/3/2026).
​Kunjungan ini merupakan respons cepat Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap fenomena pergerakan tanah yang kian mengkhawatirkan, khususnya di wilayah RT 02 dan RT 05.
​Disperkim Fokus Pendataan Teknis dan Mitigasi
​Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah berlari dengan waktu untuk melakukan verifikasi lapangan. Langkah ini diambil agar penanganan hunian warga dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
​“Kami melakukan identifikasi detail terhadap kondisi bangunan, tingkat kerusakan, serta potensi ancaman lanjutan. Penanganan tidak bisa parsial, harus berbasis mitigasi risiko,” ujar Sendi di sela-sela peninjauan.
​Data Terkini: Ratusan Jiwa Mengungsi
​Berdasarkan data yang dihimpun per 4 Maret 2026, skala bencana ini cukup masif. Sebanyak 112 KK (367 jiwa) terdampak langsung oleh pergerakan tanah ini.
​Kondisi pengungsian saat ini terbagi menjadi beberapa titik:
​Mengungsi di Tenda: 63 KK (207 jiwa)
​Mengungsi Mandiri (Kerabat): 48 KK (155 jiwa)
​Mengontrak: 1 KK (5 jiwa)
​Potret Kerusakan Bangunan
​Kerusakan bangunan di Kampung Cijambe cukup memprihatinkan. Secara total, terdapat 80 unit rumah yang terdampak di kampung tersebut. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, tercatat:
​Rusak Berat: 36 Unit
​Rusak Sedang: 18 Unit
​Rusak Ringan: 20 Unit
​Terancam: 27 Unit
​Opsi Relokasi Jadi Pilihan Rasional
​Sendi Apriadi menambahkan, Disperkim tidak hanya bicara soal perbaikan fisik. Jika hasil kajian teknis menunjukkan tanah di Cijambe sudah tidak layak lagi dihuni karena pergerakan yang fluktuatif, maka relokasi permanen akan menjadi jalan keluar utama.
​“Jika kondisi tanah dinilai terus bergerak dan berisiko tinggi, maka opsi relokasi menjadi langkah paling rasional demi keselamatan warga,” tegas Sendi.
​Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi di tenda-tenda darurat terpenuhi sembari mematangkan skema penanganan jangka panjang bagi para korban.
​Reporter: Suhendi Soex
Redaktur: Demi Pratama Adiputra
Baca Juga  Tuding Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Longsor, Warga Bantargadung Minta Proyek di Atas Bukit Dihentikan

Related Posts

Add New Playlist