Drama Persalinan di Exit Tol Parungkuda: Saat “Pak Polisi” Jadi Saksi Lahirnya Sang Buah Hati

Petugas Kesehatan Puskesmas Ciambar dan Petugas Kepolisian di Pospam Exit tol merawat bayi yang baru lahir. Selasa malam, (30/12/25).

SUKABUMISATU.com, PARUNGKUDA – Pagi terakhir di tahun 2025 menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan oleh Siti Sadiah (21). Di tengah hiruk-pikuk pengamanan arus lalu lintas menjelang perayaan Tahun Baru, sebuah drama kemanusiaan tersaji di Pos Pengamanan (Pos Pam) Terpadu Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (31/12/2025).

​Bukan soal kemacetan atau tilang, kali ini jajaran Polres Sukabumi harus berjibaku membantu “menjemput” nyawa baru. Sekitar pukul 08.30 WIB, sebuah ambulans dari Desa Wangun Jaya, Kecamatan Ciambar, mendadak berhenti di depan pos. Sirinenya meraung, namun lajunya tertahan oleh situasi darurat di dalam kabin.

​Siti Sadiah, sang ibu muda, sudah tak kuat lagi menahan rasa mulas. Rencana awal untuk merujuknya ke RSUD Sekarwangi tampaknya harus kalah oleh takdir yang berkata lain: sang bayi sudah ingin segera melihat dunia.

Baca Juga  Terjebak Macet, Seorang Ibu Melahirkan Dalam Ambulance di Parungkuda Sukabumi

Respon Cepat di Tengah Tugas Negara

​Melihat situasi genting tersebut, personel yang berjaga langsung sigap. Tanpa banyak bicara, Kapos Pam Terpadu Exit Tol Parungkuda, AKP Erman, langsung menginstruksikan anggotanya untuk memberikan ruang medis darurat. Beruntung, di pos tersebut juga bersiaga tenaga medis yang siap sedia.

​”Kondisinya sudah pembukaan lengkap. Tidak mungkin dipaksakan lanjut ke rumah sakit karena risiko di jalan sangat besar. Akhirnya, dengan peralatan seadanya namun tetap dipandu bidan siaga, kami bantu proses persalinannya di lokasi,” ungkap AKP Erman dengan nada lega.

​Suasana tegang seketika pecah menjadi haru saat tangisan bayi laki-laki membuncah di area Exit Tol. Di sela-sela deru mesin kendaraan yang melintas, kehidupan baru saja dimulai. Sang bayi lahir selamat, begitu pun dengan Siti yang tampak lemas namun terpancar rona bahagia di wajahnya.

Baca Juga  Buka Puasa Bersama Media, Kapolres Sukabumi: Wartawan Mitra Strategis Polisi

Polri yang Lebih dari Sekadar Penjaga Jalan

​Terpisah, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian melalui Kasi Humas IPTU Aah Saepul Rohman, menyampaikan rasa bangganya. Baginya, inilah potret nyata Polri yang humanis—hadir sebagai pelindung sekaligus penolong dalam kondisi paling kritis sekalipun.

​”Tugas kami memang mengamankan jalanan, tapi kemanusiaan tetap di atas segalanya. Anggota di lapangan menunjukkan bahwa seragam cokelat ini bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tapi juga untuk memberikan rasa aman dan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutur IPTU Aah.

​Usai menjalani proses persalinan darurat yang dramatis itu, ibu dan bayinya langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan yang lebih intensif.

Baca Juga  Pelajar Riang Gembira, Polres Sukabumi Distribusikan Ribuan Porsi Makanan Bergizi

​Tahun 2025 ditutup dengan manis di Exit Tol Parungkuda. Bagi Siti dan keluarganya, kehadiran Pos Pam Terpadu bukan sekadar pos polisi, melainkan “rumah kedua” tempat sang putra pertama kali menghirup udara dunia.

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *