Sabtu,16 Mei 2026
Pukul: 00:07 WIB

Piagem Nalagangsa Terungkap, Warisan Dalem Santri Leluhur Surade Sarat Pesan Kepemimpinan

Piagem Nalagangsa Terungkap, Warisan Dalem Santri Leluhur Surade Sarat Pesan Kepemimpinan

Sabtu, 13 Desember 2025
/ Pukul: 13:49 WIB
Sabtu, 13 Desember 2025
Pukul 13:49 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Sebuah arsip bersejarah bernilai tinggi kembali mencuat ke ruang publik. Piagem Nalagangsa, peninggalan Dalem Santri leluhur Surade, mengandung pesan ketetapan adat, kepemimpinan, dan tanggung jawab moral yang kuat. Arsip kuno tersebut kini diketahui tersimpan dan dirawat oleh Ki Kamal, sejarawan asal Surade.

Piagem Nalagangsa berisi pininget pikukuh atau pengingat ketetapan dari Susunanahunan Nalagangsa, yang salah satu inti pesannya mengatur tentang batok putih (tempurung kelapa putih) yang telah disucikan di tempat bernama Ladeh. Batok putih ini hanya boleh dibuat oleh mantri khusus pembuat kukuh di Ladeh, menandakan adanya sistem aturan sakral yang dijaga ketat.

Baca Juga  Peringatan Hari Santri di Surade Diwarnai Ziarah, Apel, dan Liwetan Ribuan Kastrol

Dalam piagem tersebut juga tertulis pesan dari Panembahan Ladeh yang disampaikan kepada Raja Mataram. Raja menitipkan anak-cucu keturunannya kepada leluhur agar dijaga dan dilindungi, dengan penegasan bahwa kelalaian, pengingkaran aturan, serta sikap tidak jujur akan berujung pada teguran dan hukuman.

“Bukan anak-cucu Ladeh yang akan binasa, akulah yang mematikan batok ini, akulah yang menentukan,” demikian salah satu petikan pesan tegas dalam piagem tersebut, yang menunjukkan konsep kepemimpinan absolut namun bertanggung jawab.

 

Piagem ini juga menyebut peran Panghulu Wilandana yang mengeluarkan ketetapan agar setiap orang menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing. Siapa pun yang bermain-main, berkhianat, atau bersiasat curang akan ditindak. Ketetapan ini ditutup dengan sumpah bahwa aturan tersebut tidak dapat ditolak oleh bumi maupun langit, ditandai dengan penegasan, “Titip, titip!”

Baca Juga  Surade, Jejak Peradaban Kuno dan Surga Geologi di Selatan Sukabumi

Menurut Ki Kamal, piagem Nalagangsa bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi cerminan nilai luhur tata kelola masyarakat Sunda masa lampau.

“Ini bukan hanya soal batok atau simbol, tapi tentang etika kekuasaan, amanah, dan kejujuran. Pesannya masih sangat relevan untuk kehidupan hari ini,” ujar Ki Kamal.

Keberadaan piagem Nalagangsa menambah khazanah sejarah Surade dan Sukabumi selatan, sekaligus membuka ruang kajian lebih luas tentang hubungan spiritual, adat, dan kekuasaan pada masa lalu. Arsip ini diharapkan dapat menjadi bahan penelitian akademik sekaligus penguat identitas budaya lokal.

Baca Juga  Surade, Jejak Peradaban Kuno dan Surga Geologi di Selatan Sukabumi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist