Kamis,16 April 2026
Pukul: 11:36 WIB

Longsor Hantam Dua Kampung di Nagrak! Dua Rumah Terancam Ambruk, Akses Warga Lumpuh

Longsor Hantam Dua Kampung di Nagrak! Dua Rumah Terancam Ambruk, Akses Warga Lumpuh

Kamis, 4 Desember 2025
/ Pukul: 21:39 WIB
Kamis, 4 Desember 2025
Pukul 21:39 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Nagrak pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 14.40 WIB memicu bencana tanah longsor di dua kampung di Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini membuat warga panik karena material longsoran menghantam permukiman.

Longsor terjadi di Kampung Kebon Kerep RT 025 RW 005 dan Kampung Cijulang RT 003 RW 003. Dua rumah milik Misbahudin (56) dan Holid (60) berada dalam kondisi terancam ambruk setelah tebing setinggi 7 meter dengan panjang 10 meter runtuh secara tiba-tiba.

Baca Juga  Rakit Darurat di Sungai Cikaso: Harapan yang Menyambung Hidup Warga Dua Kecamatan

“Yang lebih mengkhawatirkan, material longsor membuat jalur gang utama hampir terputus. Akibatnya warga tidak bisa melintas dengan kendaraan roda dua. Mobil ambulans atau kendaraan penyelamatan pun tidak mungkin melewati jalur tersebut,” ungkap salah seorang warga.

Di lokasi lain, rumah Ujang Supriatna (40) juga terdampak. Tebing di belakang rumahnya longsor hingga menyebabkan dinding retak dan sebagian struktur bangunan bergeser.

Petugas P2BK Kecamatan Nagrak, Miky, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, total 3 KK atau 12 jiwa masuk dalam kategori terancam. Ia bersama URC PB Desa Darmareja dan Babinsa langsung melakukan assessment serta penanganan darurat di lokasi.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Sawah Terendam dan Ruko Ambruk di Beberapa Kecamatan

Retakan tanah ditutup menggunakan plastik bekas untuk mencegah resapan air tambahan yang berpotensi memperparah kondisi. Warga yang rumahnya terancam juga diminta mengungsi sementara dan memindahkan barang-barang penting ke tempat aman.

Dalam penanganan awal, warga membutuhkan sejumlah bahan darurat seperti karung plastik, terpal, serta pembangunan tembok penahan tanah untuk menghindari longsor susulan. Pihak desa juga mendorong penyusunan berita acara kejadian sebagai dasar pengajuan resmi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan. Warga dihimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

Baca Juga  PWI Kota Bogor Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana Alam Sukabumi

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist