Longsor Hantam Dua Kampung di Nagrak! Dua Rumah Terancam Ambruk, Akses Warga Lumpuh

P2BK Kecamatan Nagrak meninjau lokasi bencana. Kamis, (4/12/25).

SUKABUMISATU.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Nagrak pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 14.40 WIB memicu bencana tanah longsor di dua kampung di Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini membuat warga panik karena material longsoran menghantam permukiman.

Longsor terjadi di Kampung Kebon Kerep RT 025 RW 005 dan Kampung Cijulang RT 003 RW 003. Dua rumah milik Misbahudin (56) dan Holid (60) berada dalam kondisi terancam ambruk setelah tebing setinggi 7 meter dengan panjang 10 meter runtuh secara tiba-tiba.

“Yang lebih mengkhawatirkan, material longsor membuat jalur gang utama hampir terputus. Akibatnya warga tidak bisa melintas dengan kendaraan roda dua. Mobil ambulans atau kendaraan penyelamatan pun tidak mungkin melewati jalur tersebut,” ungkap salah seorang warga.

Baca Juga  Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Sukabumi Dilanda Banjir, Longsor, dan Pergerakan Tanah

Di lokasi lain, rumah Ujang Supriatna (40) juga terdampak. Tebing di belakang rumahnya longsor hingga menyebabkan dinding retak dan sebagian struktur bangunan bergeser.

Petugas P2BK Kecamatan Nagrak, Miky, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, total 3 KK atau 12 jiwa masuk dalam kategori terancam. Ia bersama URC PB Desa Darmareja dan Babinsa langsung melakukan assessment serta penanganan darurat di lokasi.

Retakan tanah ditutup menggunakan plastik bekas untuk mencegah resapan air tambahan yang berpotensi memperparah kondisi. Warga yang rumahnya terancam juga diminta mengungsi sementara dan memindahkan barang-barang penting ke tempat aman.

Baca Juga  Angin Kencang Rusak Rumah Warga Curugkembar, Keluarga Anyun Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem

Dalam penanganan awal, warga membutuhkan sejumlah bahan darurat seperti karung plastik, terpal, serta pembangunan tembok penahan tanah untuk menghindari longsor susulan. Pihak desa juga mendorong penyusunan berita acara kejadian sebagai dasar pengajuan resmi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih dalam pemantauan. Warga dihimbau tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *