Arus Sungai Cidadap Gerus Sawah dan Kebun, Warga Simpenan Sukabumi Harap Uluran Tangan Pemerintah

Sungai Cidadap yang meluap.

SUKABUMISATU.com – Derasnya arus Sungai Cidadap di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, beberapa hari terakhir membawa duka bagi warga sekitar. Aliran sungai yang kian deras tak hanya mengikis tebing, tetapi juga melahap sawah dan kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

Salah satunya dialami Japar (52), warga Kampung Sawah Tengah, Kawungluwuk. Dengan nada lirih, ia menunjuk hamparan tanah yang kini telah berubah menjadi aliran air kecokelatan.

“Dulu di sini sawah saya lebar, sekitar dua puluh meter. Sekarang habis, tinggal sungai. Tiap malam tebingnya makin mendekat,” tutur Japar, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga  Kampung Sawah Tengah Hilang dalam Sehari, Warga Cidadap Kehilangan Rumah dan Masa Depan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Simpenan sejak akhir pekan lalu menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Cidadap. Arus kuat itu menggerus sedikit demi sedikit tepian sungai hingga jarak antara permukiman dan aliran air kini tinggal sekitar 15 meter saja.

Beberapa bangunan warga mulai retak, termasuk fasilitas umum seperti MCK, madrasah, dan majelis taklim yang berdiri tak jauh dari bibir sungai. Warga kini hidup dalam kecemasan, terutama saat malam hari ketika suara gemuruh air terdengar makin keras.

“Kami takut kalau hujan datang lagi. Tanahnya terus ambrol. Kami hanya bisa pasrah dan berharap ada tindakan dari pemerintah,” kata Enah, seorang ibu rumah tangga yang rumahnya tak sampai 20 meter dari sungai.

Baca Juga  PWI Kota Bogor Sampaikan Duka Mendalam atas Bencana Alam Sukabumi

Selain kehilangan lahan pertanian, warga juga khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Sebagian keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman.

Kepala Desa Cidadap, saat dikonfirmasi, membenarkan kondisi tersebut dan menyebut telah melaporkan kejadian ini ke pihak kecamatan dan BPBD Kabupaten Sukabumi. “Kami berharap segera ada penanganan, minimal pembuatan tanggul sementara agar arus tidak semakin mendekati pemukiman,” ujarnya.

Kini, yang tersisa hanyalah harapan warga agar Sungai Cidadap tak lagi menjadi ancaman. Mereka ingin lahan yang dulu hijau kembali aman, dan anak-anak bisa tidur tanpa takut suara deras air di malam hari. (Suhendi Soex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *