Mahasiswa KKN UMMI Kelompok 11 Hadirkan Solusi Pengelolaan Sampah di Desa Neglasari

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sukabumi kelompok 11 bersama warga Desa Neglasari. (Istimewa)

SUKABUMISATU.com – Permasalahan sampah masih menjadi isu yang sering ditemui di perkampungan, termasuk di Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Kelompok 11 menggagas program kerja bertema Pengelolaan Sampah.

 

Program ini dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yaitu pemasangan plang himbauan, penyuluhan kesadaran masyarakat, serta pembangunan incinerator permanen sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga.

 

Ketua Kelompok 11 KKN UMMI, Farel Abdillah, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, sekaligus memberikan solusi pengolahan sederhana yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Komen Darah Warga Muhammadiyah Halal, Ketua Ikatan Alumni UMMI Desak Pemecatan Peneliti BRIN

“Selain edukasi, kami juga berupaya menghadirkan fasilitas berupa incinerator yang dapat digunakan warga secara berkelanjutan. Harapannya, Desa Neglasari bisa menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa,” ujar Farel.

 

Sementara itu, M. Rizki Fauzi Badilah selaku penanggung jawab program menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif.

“Dalam kegiatan penyuluhan, mahasiswa menyampaikan materi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga cara sederhana memilah sampah organik dan anorganik. Penyuluhan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak,” ujar Rizki.

 

Plang himbauan larangan membuang sampah sembarangan juga dipasang di beberapa titik strategis yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan liar. Dengan adanya plang ini, masyarakat diharapkan lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga  Pulihkan Konektivitas, Dinas PU dan P2BK Purabaya Buka Jalan Penghubung Jampang Tengah yang Tertimbun Longsor

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian incinerator sampah permanen pada Sabtu, 06 September 2025 di Desa Neglasari. Incinerator tersebut dibangun berbahan dasar bata dan semen berukuran ±3×3 meter dengan sistem aliran udara yang dirancang untuk meminimalisir asap.

 

Hasil program kerja ini pun sudah mulai dirasakan. Warga semakin memahami bahaya sampah, kebiasaan membuang sampah sembarangan berkurang, dan incinerator yang dibangun bisa dimanfaatkan sebagai solusi pengolahan sampah rumah tangga skala kecil.

 

Dengan langkah ini, mahasiswa KKN UMMI berharap Desa Neglasari semakin bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola persoalan sampah. (Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *