SUKABUMISATU.COM, Kapuas Hulu – Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad melalui Pos Kotis menggelar Sholat Istisqa bersama masyarakat di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis (3/9/2026).
Sholat Istisqa merupakan ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan tersebut berlangsung khusyuk dan diikuti ratusan warga setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., jajaran Pemerintah Kecamatan Badau, personel Polsek Badau, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Pelaksanaan Sholat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi cuaca kering yang mulai menyebabkan kesulitan mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah perbatasan.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, mengatakan, selain melakukan berbagai langkah nyata di lapangan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melakukan pendekatan spiritual melalui Sholat Istisqa.
Menurutnya, doa bersama menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat berakhir.
“Selain upaya nyata dalam pencegahan Karhutla dan membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih, kita juga melakukan ikhtiar melalui Sholat Istisqa. Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga kesulitan air yang dirasakan masyarakat dapat segera teratasi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kecamatan, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Badau.
Kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat dalam pelaksanaan ibadah tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala terhadap kondisi masyarakat di wilayah perbatasan.
Seluruh rangkaian Sholat Istisqa berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual menghadapi musim kemarau, tetapi juga semakin mempererat hubungan serta sinergi antara Satgas Pamtas, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga di wilayah perbatasan.
Reporter: Suhendi Soex












