SUKABUMISATU.com, Cidahu – Akses vital penghubung Cidahu–Cicurug akhirnya kembali nyaman dilintasi. Bukan melalui proyek pemerintah, perbaikan jalan di wilayah Bojongpari ini justru rampung berkat tangan dingin Forum Cidahu Bersatu (FCB) yang bergerak secara swadaya.
Setelah satu bulan proses pengecoran yang melibatkan masyarakat setempat, jalur yang sebelumnya dikenal “horor” bagi pemotor ini resmi dibuka kembali, Sabtu (14/02/2026).
Sentilan Keras Untuk Pemangku Kebijakan
Kerusakan jalan yang berlubang dan kerap memicu kecelakaan sempat menjadi momok bagi warga dan sopir angkutan umum. Namun, alih-alih terus mengeluh, Forum Cidahu Bersatu memilih untuk “turun ke jalan” dengan aksi nyata.
Ketua Umum FCB, Uje, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk edukasi bagi semua elemen agar tidak melulu bergantung pada bantuan birokrasi yang terkadang lambat merespons.
”Ini contoh nyata semangat kebersamaan. Saat ini, kita tidak bisa selalu harus mengandalkan pihak pemerintahan. Jika kita bisa bersatu, sarana prasarana yang rusak bisa kita perbaiki sendiri,” tegas Uje dengan nada optimis.
Sinergi Ormas dan Donasi Pengguna Jalan
Keberhasilan ini tak lepas dari sumbangan sukarela para pengguna jalan yang melintas, serta dukungan dari berbagai lembaga dan unsur pemerintahan di wilayah Cidahu. Nama “Bersatu” dalam forum ini benar-benar dibuktikan dengan kolaborasi lintas ormas di lapangan.
Uje berharap, aksi di Bojongpari ini menjadi pematik bagi ormas lain di Sukabumi untuk lebih mengedepankan kerja sosial daripada ego kelompok.
”Harapan saya ke depan, semoga semua ormas atau lembaga lainnya bisa bersatu untuk menjalankan kebaikan dari saat ini hingga seterusnya,” tambahnya.
Fakta Menarik Perbaikan Jalan Bojongpari:
- Durasi: Pengerjaan intensif selama 1 bulan.
- Metode: Pengecoran beton secara swadaya.
- Sumber Dana: Sumbangan sukarela pengguna jalan & kas organisasi.
- Target: Menghilangkan titik rawan kecelakaan di jalur nasional Cidahu-Cicurug.
Kini, pengendara bisa melintas tanpa perlu khawatir tergelincir. Namun, kemandirian warga Cidahu ini sekaligus meninggalkan pertanyaan: Sampai kapan warga harus urunan untuk memperbaiki fasilitas publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara?
Reporter: Chuba Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra








