SUKABUMISATU.com — Suasana tenang menjelang magrib di Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, mendadak berubah haru dan menegangkan setelah warga menemukan seorang bayi di pos ronda pada Minggu (16/11/2025) sore.
Tangis bayi itu pertama kali terdengar oleh Ibu Lili (34), yang saat itu sedang melintas tak jauh dari lokasi.
“Awalnya saya dengar suara bayi menangis. Lalu ada ibu yang ngontrak dekat situ teriak-teriak minta tolong. Katanya ada bayi, tapi dia tidak berani pegang,” cerita Lili dengan suara bergetar.
Ketika didekati, bayi tersebut terlihat tergeletak di pos ronda, terbungkus selimut merah, tubuhnya masih menggigil halus, dan tangisnya memecah suasana kampung yang mulai gelap.
Tak butuh waktu lama, kabar itu menyebar ke rumah Ketua RT 01/02, Nendi Nurnendi, yang baru saja pulang dari masjid.
“Pas pulang, ada warga datang bilang ada penemuan bayi di pos ronda,” ungkap Nendi. Mendengar informasi itu, Nendi langsung bergegas menuju lokasi.
“Pas saya sampai, benar. Ada bayi. Tapi posisinya sudah dibawa dulu ke rumah warga yang dekat pos ronda, karena kasihan kalau dibiarkan di luar,” jelasnya.
Menurut penuturan warga, bayi itu pertama ditemukan oleh seorang ibu yang kemudian meminta bantuan karena takut salah menangani kondisinya.
Demi memastikan keselamatan sang bayi, Nendi segera membawa bayi tersebut ke Puskesmas Warungkiara. Hingga saat ini, pihak puskesmas masih melakukan pemeriksaan intensif dan belum mengeluarkan keterangan resmi terkait kondisi kesehatan bayi malang itu.
Peristiwa ini menyisakan berbagai perasaan di tengah masyarakat—antara haru, sedih, dan bertanya-tanya bagaimana bayi itu bisa ditinggalkan begitu saja.
Warga berharap bayi tersebut segera mendapatkan perawatan yang layak dan kepastian dari pihak berwenang mengenai langkah selanjutnya. (Mawaldi)











