SPPG Nagraksari Diadukan ke Polisi, Ipal Limbah Dapur Diduga Jadi Biang Kerok

Kolam ikan yang diduga tercemar Limbah MBG di Jampangkulon.

SUKABUMISATU.com, Jampangkulon — Puluhan ekor ikan mas milik warga Kampung Warung Tagog, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mendadak mati massal. Peristiwa yang berulang hingga tiga kali dalam sepekan terakhir ini diduga kuat dipicu oleh kebocoran saluran limbah dapur operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagraksari. Minggu, (23/08/2026).

Kondisi tersebut memantik kekecewaan warga hingga berujung pada aduan ke media sosial. Tak hanya itu, warga juga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat dan mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jampangkulon untuk turun tangan.

“Dalam sepekan ini sudah tiga kali kejadian ikan mati. Puluhan ikan mas, dari yang siap konsumsi sampai bibitnya, mati semua di kolam,” ungkap perwakilan keluarga pemilik kolam, Rabu (19/8/2026) lalu.

Baca Juga  Alarm Kerusakan Ekosistem di Balik Fenomena Kerang Loji: Saat Laut "Muntahkan" Biotanya Bersama Sampah

Pihak keluarga menegaskan bahwa warga pada dasarnya mendukung program pemerintah yang dijalankan melalui SPPG. Namun, mereka menuntut kepastian perbaikan saluran agar operasional fasilitas tersebut tidak mengorbankan lingkungan dan merugikan ekonomi masyarakat sekitar.

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan SPPG Nagraksari, Firmansyah, membenarkan adanya kerusakan pada jaringan pipa pembuangan dapur tempatnya bekerja. Pihaknya mengklaim perbaikan langsung dilakukan di lokasi pada hari yang sama.

“Untuk pipa yang mengalami kerusakan, hari ini sedang kami perbaiki dan kami ganti dengan yang baru,” ujar Firmansyah.

Kendati demikian, Firmansyah enggan berspekulasi lebih jauh mengenai keterkaitan langsung antara kebocoran pipa limbah dengan matinya puluhan ikan milik warga. Pihaknya mengaku masih menunggu arahan dan petunjuk teknis dari pimpinan SPPG.

Baca Juga  Kapal Kargo TITAN 70 Karam di Laut Tegalbuleud Sukabumi, Waspada Pencemaran Lingkungan Laut!

Hingga kini, warga berharap proses penggantian pipa dilakukan secara menyeluruh agar pencemaran tidak berulang, sembari menunggu kepastian penelusuran dari pihak berwenang.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *