SUKABUMISATU.COM, Cidahu – Persoalan penumpukan sampah liar di wilayah Desa Pondokaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah di saluran air tepat di samping pabrik PT Sun Suka Abadi (SSA) dikeluhkan karena mengganggu aktivitas pengguna jalan hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Selain merusak pemandangan, sampah yang menyumbat saluran air tersebut juga berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir saat hujan turun. Kondisi ini membuat para pengendara yang melintas kerap terganggu.
Kepala Desa Pondokaso Tonggoh, Hendi Malik, mengatakan pemerintah desa telah berulang kali melakukan pembenahan dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti rutin setiap bulan.
Menurutnya, meskipun lokasi jalan yang menjadi titik penumpukan sampah merupakan jalan kabupaten, pemerintah desa tetap merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya.
“Pembenahan ini bukan sekali dua kali kami lakukan. Biasanya setiap bulan kami mengadakan kerja bakti. Walaupun ini bukan jalan desa, melainkan jalan kabupaten, karena lokasinya berada di lingkungan kami, apa salahnya kalau kita bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih,” ujar Hendi, Minggu (8/11/2026).
Hendi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan maupun saluran air. Sebab, kebiasaan tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat merugikan masyarakat lainnya.
Ia mengakui, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa maupun petugas kebersihan. Diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar persoalan tersebut bisa ditangani secara berkelanjutan.
Terkait fasilitas pengangkutan sampah, Hendi menjelaskan bahwa sebelum adanya pelayanan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, pihaknya telah lebih dahulu mengajukan permohonan agar sampah di wilayahnya mendapatkan pelayanan pengangkutan.
Bahkan, Desa Pondokaso Tonggoh menjadi salah satu wilayah pertama di Kecamatan Cidahu yang memperoleh pelayanan pengangkutan sampah dari DLH. Seiring berjalannya waktu, pelayanan tersebut kemudian meluas ke desa-desa lainnya di Kecamatan Cidahu.
Sementara itu, mengenai kemungkinan pemberian sanksi terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan, Hendi menegaskan bahwa pendekatan edukasi dan persuasif masih menjadi prioritas pemerintah desa.
“Bagi saya, sanksi itu nomor sekian. Yang paling penting bagaimana kita mengedukasi dan mengajak masyarakat supaya sadar bahwa membuang sampah sembarangan, apalagi ke parit, bisa merugikan orang lain. Saya ingin terus mengajak masyarakat menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan niat yang tulus,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya masyarakat. Menurutnya, menjaga kebersihan merupakan bagian dari nilai keimanan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan gotong royong tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari warga Desa Pondokaso Tonggoh, pemerintah kecamatan, Camat Cidahu, Linmas, Pramuka, unsur keagamaan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Hendi pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan ikut turun langsung dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Ia berharap kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga mampu membangun kesadaran bersama agar persoalan sampah liar di wilayah Cidahu tidak terus berulang.
Reporter: Chuba Yusuf












