Rivalitas Utara–Selatan: Pendekar Matras vs Relawan Sosial Berebut Nahkoda Karang Taruna Kabupaten Sukabumi

M. Imam Ihsani Kamal dan Friady Mahyuzar, Bakal Calon Ketua Karangtaruna Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMISATU.com — Bursa pemilihan Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi tahun 2026 kian memanas. Kontestasi kepemimpinan pemuda di wilayah seluas 47 kecamatan ini menyajikan dinamika menarik antara dua figur muda potensial yang mewakili dua poros kawasan: M. Imam Ihsani Kamal dari Sukabumi Utara dan Friady Mahyuzar dari Sukabumi Selatan.

​Keduanya datang dengan rekam jejak, karakter, dan pola pendekatan yang kontras, namun sama-sama mengusung tekad kuat untuk membawa perubahan nyata bagi pemuda di wilayah Kabupaten Sukabumi.

​Friady Mahyuzar: Spirit Petarung Progresif dari Selatan

​Mewakili poros selatan—berbasis di Palabuhanratu—Friady Mahyuzar tampil menonjol dengan karakter tegas, disiplin, dan berenergi tinggi. Latar belakangnya sebagai mantan atlet karate berprestasi hingga petarung kickboxing amatir membentuk mentalitas pantang menyerah yang kini ia bawa ke panggung organisasi kepemudaan.

​Dengan jargon “Yang Muda Mengabdi”, Friady menyuarakan wacana perubahan yang progresif dan revolusioner. Bagi Friady, Karang Taruna harus keluar dari zona nyaman seremonial dan bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial yang responsif. Focus utamanya terletak pada kemandirian ekonomi pemuda pedesaan lewat pembinaan UMKM, literasi digital, dan aksi cepat tanggap bencana.

Baca Juga  Ajarkan Disiplin sejak Dini, Karang Taruna Kecamatan Cibadak Gelar Lomba Baris Berbaris

​“Olahraga mengajarkan kita pantang menyerah sebelum laga usai. Mentalitas itulah yang saya bawa ke dalam dunia kepemudaan. Pemuda Sukabumi harus memiliki ketangguhan dan integritas,” ujar mantan pengurus Pengcab INKANAS Kabupaten Sukabumi tersebut.

​M. Imam Ihsani Kamal: Empati dan Aksi Lapangan dari Utara

​Di poros utara, berdiri M. Imam Ihsani Kamal, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cibadak. Berbeda dengan Friady yang mengakar dari disiplin matras olahraga, Imam mengasah kepemimpinannya dari pergerakan aksi sosial dan kemanusiaan di tingkat akar rumput.

​Ditempa sebagai Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) Kementerian Sosial RI serta Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial sejak masa pandemi COVID-19, Imam memiliki kedekatan emosional dengan isu-isu marginal. Misi utamanya berpusat pada kesetaraan hidup dan jaminan akses pekerjaan yang layak bagi pemuda di seluruh wilayah Sukabumi.

Baca Juga  Sejumlah Demonstran Geruduk DPRD Kabupaten Sukabumi, Sebut Banyak 'Tikus' di Dinkes dan Dispar

​“Banyak pemuda-pemudi di Sukabumi yang belum merasakan keadilan, terutama dalam mendapatkan pekerjaan layak. Motivasi saya maju adalah memastikan Karang Taruna hadir sebagai wadah yang secara nyata membantu mereka,” tegas Imam.

​Dua Gagasan untuk 47 Kecamatan

​Pertarungan ini menjadi panggung benturan dua gaya kepemimpinan yang saling melengkapi:

Friady Mahyuzar menawarkan kepemimpinan taktis berbasis ketahanan mental, dorongan inovasi digital, dan pergerakan progresif.

M. Imam Ihsani Kamal menawarkan kepemimpinan terstruktur berbasis intervensi sosial, pemerataan akses kerja, dan advokasi pemuda di tingkat tapak.

Baca Juga  Maju Bacalon Ketua Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, M. Imam Ihsani Kamal Usung Misi Kesetaraan dan Kesejahteraan Pemuda

​Siapa yang akhirnya dipercaya memimpin Karang Taruna Kabupaten Sukabumi? Apakah gebrakan revolusioner sang petarung matras dari selatan, ataukah sentuhan advokasi sosial sang relawan dari utara? Keputusan kini berada di tangan para pemegang hak suara dari 47 kecamatan.

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *