SUKABUMISATU.com – Suasana di lokasi pengungsian Kampung Pasapen, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, tampak berbeda pada Minggu (8/3). Kehadiran jajaran Polres Sukabumi di tengah-tengah warga membawa sedikit titik terang bagi 335 jiwa yang hingga kini masih terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana pergerakan tanah.
Bencana yang terjadi pada Sabtu (28/2) lalu ini menyisakan duka mendalam bagi warga. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada 99 rumah yang terdampak, mencakup 110 kepala keluarga atau sekitar 365 jiwa.
Kondisi Pengungsi di Lokasi
Meski sebagian kecil warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat, mayoritas warga—sebanyak 335 jiwa—masih sangat bergantung pada posko pengungsian yang telah disiapkan. Di tengah keterbatasan tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama.
Kehadiran Aparat dan Dukungan Moril
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, yang hadir langsung bersama pengurus Bhayangkari, tidak hanya datang untuk meninjau secara formal. Dalam kunjungannya, ia berinteraksi langsung dengan para korban untuk memastikan kesehatan dan kecukupan logistik mereka.
”Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Kapolres melalui keterangan yang disampaikan Kapolsek Warungkiara, AKP R. Panji Setiadji.
Bentuk Bantuan yang Disalurkan
Untuk meringankan beban ekonomi warga yang terhenti aktivitas kesehariannya, pihak Polres Sukabumi menyalurkan bantuan berupa:
Paket Sembako: Bahan pokok untuk kebutuhan dapur umum dan keluarga.
Santunan Tunai: Diberikan langsung kepada korban terdampak.
Dukungan Psikososial: Kehadiran pengurus Bhayangkari guna memberi penguatan moril bagi ibu-ibu dan anak-anak di pengungsian.
Langkah Selanjutnya
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi masih memberlakukan masa tanggap darurat. Pemantauan pergerakan tanah di Kampung Pasapen terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi adanya pergeseran susulan yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra







