SUKABUMISATU.com, Nyalindung – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (28/12/2025) memicu bencana hidrometeorologi masif di Kecamatan Nyalindung. Banjir bandang dan pergerakan tanah dilaporkan memutus akses utama desa hingga menyebabkan sejumlah kampung kini dalam kondisi terisolir.
Data yang dihimpun, wilayah paling terdampak berada di Desa Bojongsari. Akses penghubung antara Kampung Lebak Muncang dan Kampung Karikil terputus total. Tak hanya jalan, debit air sungai yang sangat tinggi juga menghancurkan beberapa jembatan penghubung antar wilayah.
Daftar Kampung yang Terisolir
Akibat putusnya jembatan dan akses jalan, beberapa pemukiman warga kini sulit dijangkau oleh kendaraan, di antaranya:
- Kp. Karikil: RT 001, 002, dan 003 di wilayah RW 001.
- Kp. Cogadog: RT 001 dan 002.
- Kp. Karikil (Lanjutan): RT 003 di wilayah RW 002.
- Kp. Cipiit: RT 004 di wilayah RW 006.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad, mengungkapkan bahwa skala bencana kali ini cukup luas. Hampir seluruh desa di Kecamatan Nyalindung melaporkan adanya dampak dari bencana hidrometeorologi ini.
”Hampir seluruh desa di Nyalindung terdampak bencana hidro ini. Debit air yang sangat tinggi menghancurkan beberapa akses jembatan penghubung utama warga. Akibatnya, kampung-kampung seperti Karikil, Cogadog, hingga Cipiit saat ini terisolir karena aksesnya terputus,” terang Ahmad saat dikonfirmasi, Minggu malam (28/12/2025).
Jalan Provinsi Nyalindung-Purabaya Kritis
Kondisi memprihatinkan juga terlihat di jalur utama provinsi yang menghubungkan Sukabumi dan Sagaranten. Selain terjangan banjir, fenomena pergerakan tanah kembali terjadi di sepanjang jalur Nyalindung hingga Purabaya, yang mengancam keselamatan para pengguna jalan.
”Pergerakan tanah kembali terjadi di jalan provinsi. Kondisi ini sangat membahayakan karena struktur tanah di Nyalindung memang labil, ditambah tekanan air yang tinggi dari hujan hari ini,” tambah Ahmad.
Respons Darurat
Hingga saat ini, Ahmad bersama jajaran relawan dan otoritas setempat terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan. Fokus utama adalah melakukan asesmen terhadap warga yang terisolir untuk memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar mereka.
Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Sukabumi diharapkan segera mengerahkan bantuan darurat dan alat berat, mengingat akses jembatan yang hancur merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga sehari-hari.
Para pengendara yang hendak melintasi jalur Nyalindung-Purabaya menuju Sagaranten atau sebaliknya diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra










