SUKABUMISATU.com – Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Sukabumi mengecam keras insiden tewasnya seorang driver ojek online di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Korban meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat aparat membubarkan massa aksi.
Direktur Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat LKBHMI Cabang Sukabumi, Caesar Almunir PS, menilai peristiwa itu bukan kecelakaan semata, melainkan bentuk brutalitas aparat.
“Nyawa rakyat bukan tumbal kesewenang-wenangan aparat. Ini pembunuhan terang-terangan di jalanan ibu kota. Polisi, khususnya Brimob, sudah melewati batas,” tegasnya, kemarin.
LKBHMI Sukabumi menyampaikan tiga tuntutan terkait kasus ini. Pertama, mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku di lapangan. Kedua, mencopot pejabat kepolisian yang dianggap lalai. Ketiga, mendesak Presiden RI dan Kapolri memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
Lebih jauh, LKBHMI menegaskan siap menggalang aksi bersama mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas ojek online sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan aparat.
“Tidak ada demokrasi bila nyawa rakyat bisa ditindas semudah itu. Kami menyerukan seluruh elemen bangsa bersatu menuntut keadilan,” lanjut Caesar.
LKBHMI Cabang Sukabumi menilai tragedi ini menjadi ujian bagi bangsa. Apakah tunduk pada kekuasaan, atau berdiri menegakkan keadilan.












