SUKABUMISATU.com – Di tengah gempuran tren pinjaman online (pinjol) dan bank emok yang meresahkan, Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Muara Tunggal punya cara berkelas untuk mensejahterakan anggotanya. Tak tanggung-tanggung, dana segar sebesar Rp7,13 miliar resmi dibagikan kepada karyawan.
Pemandangan sumringah terlihat di area PT Muara Tunggal pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ribuan karyawan menerima kucuran dana yang berasal dari Simpanan Sukarela serta Sisa Hasil Usaha (SHU) Tahun Buku 2025. Agenda tahunan yang beken dengan sebutan Program SKHU ini kembali menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi bisa dibangun dari potongan gaji yang konsisten.
Budaya Hemat Jadi Penyelamat
Ketua Kopkar PT Muara Tunggal, Rusli, mengungkapkan bahwa capaian fantastis Rp7,1 miliar tersebut diraih berkat kedisiplinan 60 persen karyawan yang aktif menabung. Ia menekankan, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan benteng pertahanan ekonomi bagi buruh.
“Alhamdulillah, hasil dari kebiasaan menyisihkan sebagian gaji secara rutin terbukti sangat membantu. Saat dana cair seperti sekarang, manfaatnya langsung terasa untuk kebutuhan keluarga,” ujar Rusli kepada SukabumiSatu.com.
Tamparan Buat Pinjol dan Bank Emok
Apresiasi tinggi datang dari Dewan Pengawas Kopkar sekaligus Pimpinan PT Muara Tunggal, Sudarno. Ia memuji kinerja pengurus yang dinilai amanah dan transparan. Namun, ia juga menyelipkan pesan menohok terkait fenomena keuangan saat ini.
Sudarno mengingatkan agar karyawan jangan sampai terjebak lubang hitam pinjol atau bank emok yang seringkali mencekik dengan bunga selangit.
“Koperasi adalah solusi aman. Dengan menabung, kesejahteraan karyawan terwujud tanpa harus dikejar-kejar tagihan tidak resmi. Pengurus sudah membuktikan diri amanah, jadi tidak ada alasan untuk melirik pinjaman yang tidak sehat di luar sana,” tegas Sudarno.
Disiplin Finansial untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Melalui seremoni pembagian SKHU ini, Kopkar PT Muara Tunggal ingin mengirim pesan kuat kepada seluruh pekerja di Sukabumi: Hidup hemat dan disiplin mengatur keuangan adalah kunci.
Dengan partisipasi anggota yang terus meningkat, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan uang, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang membuat karyawan “merdeka” secara finansial di masa depan.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra









