Kreatif! Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara Ajak Anak-anak Waluran Mandiri Bikin Mozaik dari Biji Hanjeli

Anak-anak menunjukkan hasil karya mozaik biji hanjeli bersama mahasiswa KKM di Rumah Baca Sauyunan, kawasan Desa Wisata Hanjeli.

SUKABUMISATU.com, Waluran — Semangat literasi anak-anak di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, kian hidup lewat kreasi unik. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 9 STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus Surade menggelar program Gerakan Literasi Hanjeli (GLH). Selasa, (18/06/2026).

​Salah satu sub-program yang paling menyedot perhatian adalah GLH Mozaik, yaitu seni melukis menggunakan biji hanjeli warna-warni yang digelar rutin setiap Rabu sore di kawasan Desa Wisata Hanjeli.

​Program GLH ini ditujukan bagi anak-anak usia PAUD dan SD dengan jadwal tiga kali sepekan di beberapa titik, seperti PAUD setempat, Lapangan Bale Hanjeli, hingga Rumah Baca Sauyunan (RBS).

Senin: Kegiatan Membaca dan Menulis

Baca Juga  KKM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus II Surade di Desa Tanjung Usung Tema Literasi Fisik

Selasa: Kegiatan Kinestetik (Mendengar-Memahami-Bergerak)

Rabu: Kegiatan Melukis/Mozaik Biji Hanjeli

​Pada sesi mozaik, anak-anak dibagi menjadi empat kelompok kecil untuk menempelkan biji hanjeli pada pola gambar hewan atau karakter sederhana. Kegiatan ini bertujuan melatih motorik halus, mengenalkan warna dan bentuk, serta memupuk kerja sama tim.

​Penanggung Jawab GLH Mozaik, Siti Rohmilah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkenalkan potensi lokal sejak dini.

​”Lewat mozaik biji hanjeli, kami ingin anak-anak mengenal hanjeli bukan cuma sebagai bahan pangan, tapi juga sebagai media berkreasi seni yang menyenangkan. Mereka jadi lebih dekat dengan identitas kampung sendiri sejak usia dini,” ujar Siti pada sukabumisatu.com.

Baca Juga  Lagi, Desa Wisata Hanjeli Raih Penghargaan Bergengsi

​Anggota Kelompok 9 KKM Desa Waluran Mandiri, Rifa Nurfitria, mengaku terkesan melihat antusiasme anak-anak yang makin mahir merangkai pola dari pekan ke pekan.

​”Setiap Rabu kami melihat anak-anak makin percaya diri menempelkan biji hanjeli menjadi bentuk-bentuk baru, mulai dari panda, koala, sampai burung. Dari situ kami belajar bahwa kreativitas bisa tumbuh dari bahan sesederhana biji-bijian yang ada di sekitar rumah mereka sendiri,” ungkap Rifa.

​Tak hanya di Rumah Baca Sauyunan, jangkauan GLH Mozaik juga diperluas ke kegiatan keagamaan. Saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MDTA As-Sidiqiyyah pada 3 Agustus 2026, siswa kelas 4-6 diajak membuat Mozaik Kaligrafi dari biji hanjeli sembari mendalami nilai-nilai keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *