SUKABUMISATU.com, SIMPENAN – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menghadiri sekaligus memberikan dukungan penuh pada peresmian Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House). Acara tersebut berlangsung di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026).
Fasilitas inovatif ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi, DPRD, dan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan intensif di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya selama setahun terakhir.
Inovasi Pertama di Indonesia
Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa instalasi di Simpenan ini menjadi pionir di Indonesia karena mengintegrasikan reaktor biogas langsung dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Limbah dapur MBG yang mencapai sekitar 80 kilogram per hari kini tidak terbuang sia-sia. Semuanya diolah menjadi biogas yang mampu menyuplai energi memasak hingga lima jam setiap harinya,” jelas Sumanda.
Dukungan Legislatif untuk Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap integrasi teknologi ini. Ia menilai langkah ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan saat ini.
”Kami di legislatif sangat mendukung inovasi seperti ini. Ini bukan sekadar membangun fisik, tapi soal bagaimana kita menciptakan kemandirian energi di tingkat desa. Pemanfaatan limbah dapur menjadi energi dan pupuk cair adalah solusi cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Budi Azhar.
Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa teknologi Solar Dryer House akan menjadi kunci bagi peningkatan kesejahteraan petani, terutama petani bawang di Desa Loji. Dengan alat pengering bertenaga surya, petani tidak lagi bergantung pada cuaca untuk menjaga kualitas hasil panen mereka.
Menuju Swasembada Pangan yang Berkelanjutan
Budi Azhar menambahkan bahwa keberhasilan Kabupaten Sukabumi dalam mencapai swasembada pangan yang baru-baru ini diapresiasi Presiden, harus terus diperkuat dengan inovasi serupa.
”Limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dikelola dengan baik agar bisa kembali mendukung sektor pertanian, misalnya melalui pupuk cair hasil turunan biogas. DPRD akan terus mengawal agar program seperti Pro Women 3 ini bisa direplikasi di kecamatan lain,” pungkasnya.
Penyerahan Simbolis
Acara ditutup dengan penyerahan pupuk cair organik hasil olahan biogas dari Yayasan Rumah Energi kepada Ketua DPRD, serta penyerahan hasil panen bawang dari petani Desa Loji sebagai bukti nyata keberhasilan integrasi energi terbarukan dalam mendukung ketahanan pangan lokal. (adv)









