SUKABUMISATU.com – Kepadatan arus lalu lintas terjadi di sejumlah ruas jalan utama pada Sabtu, 13 Desember 2025, khususnya pada jalur dari pintu Tol Parungkuda menuju Kota dan Kabupaten Sukabumi. Kondisi serupa juga terjadi pada arus sebaliknya, dari Sukabumi menuju pintu Tol Parungkuda hingga arah Bogor.
Berdasarkan pantauan SUKABUMISATU.com, kepadatan mulai terpantau sejak pagi hari dan terus berlangsung hingga malam ini. Antrean kendaraan didominasi mobil pribadi dan sepeda motor, dengan pergerakan yang tersendat dan kecepatan rendah di sejumlah titik.
Pantauan melalui aplikasi Google Maps menunjukkan hampir seluruh ruas utama pada jalur tersebut berwarna merah, menandakan kepadatan lalu lintas yang cukup parah. Titik-titik krusial kemacetan terlihat mulai dari sekitar pintu Tol Parungkuda, kawasan Cibadak, hingga mendekati pusat Kota Sukabumi.
Di Simpang Ratu, petugas kepolisian dan instansi terkait memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas guna mengurai kepadatan. Sementara itu, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di jalur utama, arus lalu lintas sebagian dialihkan ke sejumlah jalur alternatif, di antaranya melalui kawasan Nagrak dan jalur-jalur sekitar lainnya.
Pantauan langsung SUKABUMISATU.com di wilayah Pemuruhan, Kecamatan Cibadak, menunjukkan kendaraan sempat berhenti cukup lama akibat padatnya arus dari dua arah. Sejumlah pengendara tampak memilih jalur alternatif meski kondisi jalan alternatif tersebut juga mengalami peningkatan volume kendaraan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda M. Fajar, mengatakan bahwa kepadatan lalu lintas dipicu oleh meningkatnya volume kendaraan pada akhir pekan.
“Sejak pagi hari terjadi peningkatan arus kendaraan baik dari arah pintu Tol Parungkuda menuju Sukabumi maupun sebaliknya menuju Bogor. Kondisi ini menyebabkan perlambatan di sejumlah titik, khususnya di kawasan Simpang Ratu dan Cibadak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan di lapangan.
“Kami memberlakukan pengaturan buka-tutup arus serta mengarahkan pengendara ke jalur alternatif seperti jalur Nagrak dan sekitarnya untuk mengurangi beban di jalur utama,” jelasnya.
Ipda Fajar juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar, mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta instruksi petugas, dan merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjebak kepadatan,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex







