Indeks

Kebakaran Rumah di Kampung Bojong Kuring, Diduga Akibat Korsleting Listrik

SUKABUMISATU.com – Sebuah rumah warga di Kampung Bojong Kuring, RT 02/RW 26, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Komandan Pos Sektor Kecamatan, Iyep Yosepa, mengatakan laporan kebakaran diterima saat petugas tengah melakukan penanganan kebakaran alang-alang atau lahan di wilayah lain.

“Informasi kebakaran kami terima sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu unit posko sedang melaksanakan penanggulangan kebakaran lahan, sehingga kami langsung berkoordinasi dengan Pos Kampung Muda untuk menuju lokasi,” ujar Iyep.

Setelah menerima informasi, petugas dari pos terdekat langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Namun, proses penanganan sempat terkendala kondisi akses menuju rumah yang terbakar. Lokasi rumah tidak dapat dijangkau secara langsung oleh kendaraan pemadam kebakaran.

“Kendalanya karena posisi rumah yang terbakar tidak terakses oleh unit. Hal itu tentunya memperlambat proses penanganan. Namun, kami tetap berkoordinasi dengan masyarakat dan mengerahkan personel yang ada, termasuk satu unit motor taktis,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Kendati demikian, petugas mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim kemarau yang membuat potensi kebakaran semakin tinggi.

Menurut Iyep, selain korsleting listrik, kebakaran juga dapat dipicu aktivitas masyarakat, seperti pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pada musim kemarau, agar lebih berhati-hati. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Begitu juga ketika membakar sampah, jangan ditinggalkan begitu saja karena api bisa dengan mudah merambat,” katanya.

Masyarakat juga diminta mencari cara yang lebih aman dalam mengelola sampah, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang.

“Kalau memungkinkan, sampah sebaiknya tidak dibakar. Bisa dikubur atau dikelola dengan cara lain yang lebih aman,” pungkasnya.

Petugas berharap kewaspadaan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama musim kemarau, sehingga potensi kerugian maupun korban dapat diminimalkan.

Reporter: Mawaldi

Editor: Chuba Yusuf

Exit mobile version