SUKABUMISATU.com – Kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, area semak belukar dan tempat penumpukan sampah di perbatasan Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, dengan Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, hangus terbakar pada Minggu sore (6/9/26).
Insiden kebakaran tersebut diduga kuat akibat ulah oknum warga tidak bertanggung jawab yang sengaja membakar limbah tempurung (batok) kelapa di sekitar lokasi kejadian.
Komandan Peleton (Danton) Posko 5 Damkar Cibadak, Iyep Yosepa, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.25 WIB. Mengingat kobarannya cukup luas dan membakar material sampah yang tebal, Damkar mengerahkan dua unit armada ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
“Berdasarkan informasi di lapangan, dugaan pemicunya dibakar oleh orang tidak dikenal atau orang iseng. Area yang terdampak diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi di wilayah perbatasan desa,” ujar Iyep saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Iyep menjelaskan, proses pemadaman kobaran api utama sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Namun, proses pendinginan dan penyisiran membutuhkan penanganan ekstra karena api merambat ke dalam tumpukan sampah yang tebal serta bekas pembakaran batu kapur di lokasi.
“Kendala utama kami karena material yang terbakar adalah tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun menumpuk. Jadi api masuk ke bagian dalam dan berpotensi menyala kembali jika tidak disisir sampai tuntas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sekarwangi, Abeng Baenuri, menuturkan bahwa insiden kebakaran lahan di wilayah desanya ini merupakan kejadian yang keempat kalinya selama musim kemarau tahun ini.
“Ini sudah kejadian keempat kalinya di Desa Sekarwangi. Sebelumnya tiga kali di kawasan Alas Swasana Alam, dan sekarang di Kampung Cibatu Hilir RW 11 perbatasan dengan Desa Sukamulya Cikembar,” kata Abeng.
Abeng mengaku sempat merasa khawatir lantaran titik api hanya berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman padat penduduk.
“Kami jelas was-was. Kalau api merembet terus ke arah utara, bisa mencapai rumah-rumah warga. Beruntung petugas Damkar bergerak cepat bersama warga dan unsur Forkopimcam sehingga api berhasil diisolasi,” jelasnya.
Menanggapi kejadian ini, pihak Pemdes Sekarwangi dan Damkar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas pemicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok bernyala, maupun membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra
