Indeks
News  

Sentra Phalamarta Buka Pendidikan Paket Gratis, Warga Putus Sekolah Dipersilakan Daftar

SUKABUMI — Kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan kini dibuka bagi warga di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya terhenti dari bangku sekolah.

Sentra Phalamarta membuka layanan pendidikan kesetaraan melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C bagi masyarakat yang membutuhkan. Program tersebut menyasar warga dari berbagai kelompok usia dan kondisi, termasuk mereka yang harus meninggalkan sekolah karena kesibukan maupun tuntutan pekerjaan.

Kepala Phalamarta, Febraldi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menjangkau warga yang masih memiliki keinginan melanjutkan pendidikan.

“Penjangkauan bagi warga di Cibadak yang perlu melanjutkan sekolah kejar Paket A, B, dan C, kami membuka kelas itu,” kata Febraldi usai sosialisasi program pendidikan tersebut di Pasar Cibadak, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak bersifat sementara. Pelaksanaannya akan berjalan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sukabumi.

Sosialisasi program dilakukan di kawasan Pasar Cibadak. Langkah tersebut dilakukan karena terdapat masyarakat yang kemungkinan tidak dapat melanjutkan pendidikan akibat kesibukan maupun tuntutan pekerjaan.

“Karena mungkin karena kesibukan dan tuntutan pekerjaan yang membuat mereka putus di jenjang pendidikan tertentu. Kami membuka peluang seluas-luasnya,” ujar Febraldi.

Rencana kegiatan belajar akan dilaksanakan seminggu sekali. Namun, jadwal tersebut nantinya disesuaikan dengan pelaksanaan kegiatan Sanggar Kegiatan Belajar yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Untuk tempat belajar, kelas akan disediakan di ruang kelas Sentra Phalamarta.

Program yang dibuka Phalamarta tidak hanya menyasar warga yang ingin mengikuti pendidikan kesetaraan.

Febraldi menyebut Sentra Phalamarta juga punya layanan bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, lansia, penyandang disabilitas hingga kelompok rentan.

“Kami buka pelayanan untuk semuanya, untuk anak, lansia, disabilitas, kelompok rentan,” katanya.

Selain pendidikan kesetaraan, tersedia pula sejumlah layanan dan pelatihan, di antaranya kursus bahasa Inggris dan kursus komputer, serta bantuan lainnya.

Yang menjadi penekanan, seluruh layanan tersebut diberikan tanpa biaya.

“Intinya gratis semua, tidak ada biaya,” tegas Febraldi.

UPT Pasar Cibadak Dukung Program

Program tersebut mendapat dukungan dari UPT Pasar Cibadak.

Kepala UPT Pasar Cibadak, Uus Heryanto, mengatakan program pendidikan kesetaraan tersebut dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang mengalami putus sekolah.

“Programnya bagus sekali terkait peningkatan pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Cibadak. Kami sebagai UPT Pasar Cibadak mendukung penuh,” ujar Uus.

Ia juga mengajak warga Cibadak yang memiliki anggota keluarga atau saudara yang putus sekolah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Bila mana ada yang memerlukan, jika ada yang putus sekolah untuk anak atau saudaranya, boleh ikut. Ini sangat mulia dan kami sangat mendukung program ini,” katanya.

Uus berharap program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan informasi dan ingin mendaftar dapat menghubungi UPT Pasar Cibadak atau Persatuan Warga Pasar (Perwapas) Cibadak.

Dukungan juga disampaikan Dewan Penasehat Perwapas, Ule Supardi.

Ia mengapresiasi koordinasi yang dilakukan pengurus Perwapas bersama pihak Phalamarta dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat bisa melanjutkan melalui Paket A atau B dan C. Kalau punya semangat, biarpun 50 tahun usianya, silakan mendaftar,” kata Ule.

Menurutnya, kesempatan mendapatkan pendidikan tidak seharusnya berhenti hanya karena seseorang sudah tidak berada pada usia sekolah formal.

Terlebih, program tersebut diberikan secara gratis sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk kembali belajar tanpa terbebani biaya.

“Semua gratis demi kemaslahatan,” ujarnya.

Program pendidikan kesetaraan ini diharapkan menjadi pintu bagi warga Cibadak yang sempat meninggalkan pendidikan untuk kembali mendapatkan kesempatan belajar, sekaligus membuka peluang memperoleh jenjang pendidikan yang sebelumnya belum terselesaikan.

Reporter: Suhendi Soex

Exit mobile version