Selasa,21 April 2026
Pukul: 19:49 WIB

Jembatan Satu-Satunya Akses Antar Kampung di Desa Cibitung Ambruk

Jembatan Satu-Satunya Akses Antar Kampung di Desa Cibitung Ambruk

Jumat, 5 Desember 2025
/ Pukul: 10:32 WIB
Jumat, 5 Desember 2025
Pukul 10:32 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Jembatan Cipicung yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara Kampung Pamoyanan dan Kampung Cikadu di Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, ambruk akibat longsor sepanjang 10 meter pada Jumat (5/12/2025).

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Kamis (4/12/2025) pagi hingga malam membuat bagian sayap jembatan mulai retak dan akhirnya runtuh pada dini hari.

Kepala Desa Cibitung, H. Irvan Sanusi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menerima laporan dari Kepala Dusun sekitar pukul 02.00 WIB bahwa sayap jembatan Cipicung telah ambruk. Untuk menjaga akses warga, pihak desa bersama masyarakat segera melakukan perbaikan darurat.

Baca Juga  Diterjang Hujan Deras, Tembok Rumah Janda di Cibadak Ambruk

“Untuk penanganan sementara, secara swadaya pemdes Cibitung bersama masyarakat memperbaiki menggunakan bambu agar jembatan tetap bisa dilalui warga,” kata H. Irvan Sanusi.

Sementara itu, Kepala Dusun Cikadu, Muhyandi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan awal adanya retakan sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah dicek, ditemukan keretakan sepanjang 8 meter. Beberapa jam kemudian, bagian sayap jembatan akhirnya runtuh total dengan ukuran kerusakan panjang 10 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 8 meter.

“Sekira pukul 02.00 WIB, sayap jembatan Cipicung runtuh dengan panjang kerusakan 10 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 8 meter,” ujar Muhyandi.

Baca Juga  Perjuangan Siswa di Jampangtengah: Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Cimandiri Demi Ilmu Usai Jembatan Ambruk

Kasi Trantib Kecamatan Sagaranten, Idar Darotama, menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan serta BPBD Kabupaten Sukabumi. Dari hasil monitoring, jembatan membutuhkan sekitar 100 bronjong untuk memperkuat struktur agar dapat kembali dilalui kendaraan.

“Dibutuhkan sekitar 100 bronjong agar jembatan bisa dilalui kendaraan warga,” jelas Idar Darotama.

Akses Jembatan Cipicung sangat vital, karena menjadi satu-satunya penghubung antara Kampung Pamoyanan dan Kampung Cikadu.

Reporter: Aris

Related Posts

Add New Playlist