Minggu,24 Mei 2026
Pukul: 19:34 WIB

Dukung Pembangunan Alun-alun, Fasilitas Umum di Sagaranten Bertambah, Gedung Serbaguna dan Masjid Baru Siap Digunakan

Dukung Pembangunan Alun-alun, Fasilitas Umum di Sagaranten Bertambah, Gedung Serbaguna dan Masjid Baru Siap Digunakan

Kamis, 5 Februari 2026
/ Pukul: 17:15 WIB
Kamis, 5 Februari 2026
Pukul 17:15 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Infrastruktur publik di wilayah Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, kini semakin lengkap seiring tuntasnya pembangunan Gedung Serbaguna dan Masjid Al-Insyirah. Kehadiran dua fasilitas ini diproyeksikan sebagai penunjang utama rencana pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun-alun Sagaranten di masa mendatang.

​Kepala Desa Sagaranten, Santi Sulastri, menjelaskan bahwa gedung serbaguna tersebut dibangun menggunakan anggaran desa selama dua tahun, yakni periode 2024 hingga 2025. Fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pusat olahraga hingga kegiatan kesenian.

​”Gedung dan masjid ini adalah fasilitas umum untuk keperluan masyarakat, baik itu olahraga, kesenian, maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ujar Santi. Kamis, (05/02/26) saat di wawancara Sukabumisatu.com.

Baca Juga  Sertijab Danyonif 310, Bupati Sukabumi Minta Jaga Kolaborasi dan Sinergitas

​Berbeda dengan gedung serbaguna, pembangunan Masjid Al-Insyirah bersumber dari bantuan yayasan serta dana pribadi dengan masa pengerjaan yang relatif singkat, yakni sekitar empat bulan. Masjid ini diharapkan menjadi fasilitas religius yang terintegrasi dengan kawasan alun-alun desa.

Tantangan Anggaran Daerah

Meski pembangunan di tingkat desa terus berjalan, tantangan besar membayangi sektor anggaran kabupaten pada tahun 2026. Dalam tinjauannya ke Sagaranten, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali dalam pidatonya mengungkapkan adanya potensi penurunan dana transfer dari pusat yang berdampak pada postur APBD.

Baca Juga  DPRD Perkuat Sinkronisasi Program Lewat Rapat Bamus Mei–Juni 2026

​”Tantangan kita di 2026 muncul dari sisi penganggaran. APBD yang awalnya Rp4,8 triliun pada 2025, diprediksi berkurang karena dana transfer pusat berkurang hampir Rp700 miliar lebih,” ungkap Budi. Walau terjadi kontraksi anggaran menjadi sekitar Rp4,1 triliun, pihak legislatif tetap mendorong agar pembangunan fasilitas yang menyentuh kepentingan masyarakat luas tetap diprioritaskan.

Dorongan Pemeliharaan Fasilitas

Senada dengan hal tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga aset yang telah dibangun. Ia berharap semangat gotong royong yang telah ditunjukkan warga dalam membantu penyelesaian fasilitas ini terus berlanjut pada tahap pemeliharaan.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Paripurna, Bupati Marwan Hamami Lepaskan Tongkat Kepemimpinan

​”Setelah ini, saya berharap masyarakat dapat menjaga, merawat, dan memakmurkan fasilitas yang ada agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama,” pungkas Bupati.

Reporter: Aris

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)