Dibangun Maret, Pemkab Sukabumi Alokasikan Rp 5 M untuk Sarpras Huntap di Nyalindung

Foto: Dok DisastersID/Budiyanto

SUKABUMISATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, berencana mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk membangun sarana prasarana di lokasi hunian tetap (huntap) Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Jawa Barat. Saat ini, sedang dalam proses pembangunan 129 unit huntap bagi penyintas bencana gerakan tanah di Kampung Gunungbatu, yang berlokasi di Jalan Raya Sukabumi-Sagaranten, Kampung Cimenteng Pasirsalam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.

“Kami memperkirakan total anggaran sekitar lima milyar rupiah,” ungkap Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Abas Ruslandi, kepada media di lokasi pembangunan huntap di Kampung Cimenteng Pasirsalam, Jumat (9/2/2024),

Rencananya, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan, drainase, dan tembok penahan tanah (TPT). Proses pelelangan atau penunjukan langsung sedang berlangsung sambil menunggu selesainya Pemilihan Umum (Pemilu).

Baca Juga  Tindak Lanjuti Laporan Warga, UPTD PU Jampang Tengah Lakukan Perbaikan Jalan di Nyalindung

Sementara Kegiatan pembangunan tambahan di lokasi huntap direncanakan dapat dimulai pada bulan Maret atau awal April.

“Tahun ini, pembangunan jalan lingkungan, drainase, dan TPT menjadi prioritas utama,” katanya.

Abas menegaskan bahwa pembangunan sarana prasarana selanjutnya akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan akan ada tambahan dana pada anggaran perubahan tahun ini, sementara penyelesaian pembangunan direncanakan akan dilakukan pada tahun 2025.

Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi Kemaslahatan di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Indriayu Afriana, mengungkapkan bahwa pembangunan 129 unit huntap sedang berlangsung dan diharapkan selesai pada bulan Juni.

Baca Juga  Kodim 0622 Kab Sukabumi Bantu Evakuasi Korban Pergerakan Tanah di Pasir Suren

“Saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 43,6 persen, dengan 70 unit rumah yang telah selesai dibangun,” tuturnya.

Indriayu menjelaskan bahwa pembangunan huntap ini dilakukan dengan konsep community development, di mana warga sebagai penyintas bencana aktif terlibat dalam proses pembangunan.

“Kami ingin melibatkan warga agar merasa memiliki dan langsung mengawasi pembangunan ini,” jelasnya.

Pembangunan huntap sebanyak 129 unit ini dilakukan oleh Daruttauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan BPKH, sementara pembangunan sarana prasarana dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Sukabumi.

Proyek pembangunan huntap bagi korban bencana gerakan tanah di Kampung Gunungbatu yang terjadi pada April 2019 ini dinamai Kampung Haji BPKH. Selain pembangunan masjid, juga direncanakan pembangunan miniatur Ka’bah dan fasilitas lainnya di lokasi huntap.

Baca Juga  Ai Srimulyati Serap Aspirasi Warga Nyalindung: Infrastruktur, Pendidikan, hingga Pertanian

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *