Minggu,19 April 2026
Pukul: 18:00 WIB

“Akhirnya Kami Tak Perlu Jauh-Jauh Cari Air”: Harapan Warga Cisireum Saat TMMD Hadirkan Sumur Bor

“Akhirnya Kami Tak Perlu Jauh-Jauh Cari Air”: Harapan Warga Cisireum Saat TMMD Hadirkan Sumur Bor

Kamis, 31 Juli 2025
/ Pukul: 11:13 WIB
Kamis, 31 Juli 2025
Pukul 11:13 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com — Bagi warga Kampung Cisireum, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, air bersih bukan sekadar kebutuhan, tapi perjuangan harian. Di musim kemarau, sumur-sumur mengering dan warga harus berjalan ratusan meter demi seember air. Namun harapan itu kini mulai mengalir, seiring hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-125.

Pada Rabu (31/7/2025), raut haru dan antusias terlihat di wajah sejumlah warga saat Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, Letkol Kav Andhi Ardana Valeriandra P, S.H., M.Si., turun langsung meninjau pembuatan sumur bor di kampung mereka.

“Dulu kami sampai mandi di sungai yang keruh kalau air sumur habis. Sekarang, alhamdulillah, mudah-mudahan ini jadi berkah buat semua,” ujar Ibu Tati (49), warga setempat.

 

Baca Juga  Bupati Marwan Hamami: TMMD ke 117 Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pembuatan sumur bor ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD Ke-125 yang fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih yang selama ini masih menjadi kemewahan bagi banyak warga desa.

Letkol Andhi menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar tugas rutin TNI, melainkan bagian dari kepedulian nyata terhadap kesejahteraan rakyat.

“Air itu kebutuhan dasar. Kami ingin memastikan air benar-benar bisa mengalir dan memberikan kehidupan. Bukan hanya janji di atas kertas,” tegasnya.

 

Warga menyambut kehadiran Satgas TMMD dengan penuh semangat, bahkan turut terlibat dalam proses pengeboran, pengangkutan material, hingga pengamanan lokasi.

Baca Juga  Terlalu! Pelaku 'Prank Begal' di Lengkong Sukabumi Habiskan Uang Kiriman Istri Buat Main dengan Selingkuhan

Bagi warga Kampung Cisireum, sumur bor ini lebih dari sekadar infrastruktur. Ia adalah simbol perubahan — bahwa hidup di pelosok pun layak diperjuangkan, dan harapan bisa hadir bersama tetesan air yang akhirnya mengalir.

Reporter: Aris

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist