Keren! Pertanian Terpadu Zero Waste Ponpes Dzikir Al Fath Sabet Juara Tingkat Jawa Barat

Foto: Sukabumisatu.com

SUKABUMISATU.COM – Pondok Pesantren Dzikir Al Fath kembali menyabet prestasi membanggakan. Baru-baru ini, ponpes yang diasuh KH Fajar Laksana itu menjadi juara Kompetisi Program Hibah Kompetitif yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Barat.

“Alhamdulillah kami mendapatkan juara hibah kompetitif dinas pertanian dan ketahanan pangan Jawa Barat di mana tahun ini rata-rata seluruh dinas membuat program kompetisi tentang program program unggulan yang berinovasi,” ujar KH Fajar Laksana kepada awak media, Kamis (25/04/2024).

Gelar juara ini tak lepas dari upaya maksimal Ponpes Dzikir Al Fath dalam mengembangkan bidang pertanian. Ponpes Dzikir Al Fath mencetuskan konsep pertanian terpadu nol sampah atau zero waste.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tingkatkan Alokasi Subsidi Pupuk jadi 9,55 Juta Ton di 2024

Konsep tersebut diterapkan dengan memanfaatkan limbah dapur dan ampas pabrik tahu di pesantren sebagai pakan magot. Magot siap panen kemudian dijadikan pakan organik untuk ternak bebek, ayam, dan ikan lele yang sengaja diternak sebagai sumber bahan pangan bagi santri.

KH Fajar Laksana mengatakan, konsep tersebut diterapkan dikelola para santri di Ponpes Dzikir Al Fath sejak 2022. Selain limbah dapur dan ampas tahu, ada juga pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik untuk tanaman obat herbal dan sayuran.

“Konsep ini kami namai dengan Integrated Farm Education and Entrepreneurship (IFE2). Dan Alhamdulillah, saat ini lahan pertanian di lingkungan Ponpes Dzikir Al Fath menjadi agrowisata yang terintegrasi dengan wisata edukasi di Museum Prabu Siliwangi,” tuturnya.

Baca Juga  Dapatkan Nomor Urut 1 di Pilkada Kota Sukabumi, Fahmi-Dida Beberkan Filosofinya

Wisata edukasi itu meliputi seni budaya pencak silat, ngagotong lisung, dan bola leungeun seneu (boles). KH Fajar Laksana mengatakan wisata edukasi di Ponpes Dzikir Al Fath kini menjadi rujukan praktek kurikulum merdeka bagi siswa tingkatan SD hingga SLTA.

“Program integrated farm ini berkaitan dengan wisata edukasi maka disebutnya agrowisata integrated farm education and entrepreneurship. Ini menjadi fasilitas untuk praktek anak-anak kerja dalam program kurikulum merdeka P5,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada mengatakan inovasi Ponpes Dzikir Al Fath di bidang pertanian ini patut diapresiasi. Konsep IFE2 memanfaatkan kekhasan lokal seperti obat herbal dan dapat mengurangi limbah dapur.

Baca Juga  Wabup Iyos Somantri dan Kelompok Tani TNGHS Bahas Pemeberdayaan Sektor Perikanan dan Peternakan

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *