SUKABUMISATU.COM – Tatar Sukabumi Selatan, Pajampangan, terkenal sebagai lumbung wisata/">objek wisata di Kabupaten Sukabumi. Alam Pajampangan telah menyumbang banyak bagi pembendaharaan objek wisata di Kabupaten Sukabumi.
Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di alam Pajampangan, objek Wisata Leuwi Randa yang terletak di Kampung Bojongjengkol, Desa Mekarjaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu objek wisata yang patut dikunjungi.
Letak Leuwi Randa berada di bawah dua bukit yang ditumbuhi pepohonan lebat. Kondisi itu akan membuat pengunjung betah untuk berlama lama menikmat spot wisata tersebut. Terlebih adanya beberapa saung yang berderet di sepanjang bibir Leuwi yang memang disediakan pengelola untuk memanjakan pengunjungnya.
Semula keberadaan Leuwi Randa oleh sebagian warga Kp. Bojongjengkol, Jampangkulon, dimanfaatkan airnya untuk kebutuhan sehari hari, mencuci dan mandi. Tetapi ada pula yang memanfaatkan lokasi itu sebagai tempat botram dan spot pemancingan.
Atas inisiatif warga setempat dan Karang Taruna Desa Mekarjaya, keberadaan spot Wisata Leuwi Randa dikelola untuk ” dijual ” sebagai tempat wisata. Promosipun dilakukan lewat jejaring sosial, Facebook, dan ahirnya nama Leuwi Randa semakin dikenal luas di Pajampangan.
Pengunjung yang datang ke spot wisata Leuwi Randa kian hari semakin ramai, apalagi akses jalan menuju ke Kampung Bojongjengkol telah dibangun dan diaspal melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Leuwi Randa pamornya kian moncer.
Untuk bisa sampai ke objek wisata Leuwi Randa bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat, jarak tempuh dari pusat kota Jampangkulon sekitar 20 menit, melalui jalan aspal.
Sebelum sampai ke lokasi, pengunjung akan disuguhi pemandangan nan asri melewati perbukitan yang ditumbuhi beragam pohon. Perbukitan yang ada di seputar kawasan Leuwi Randa, kelak jika dikelola bisa dijadikan wana wisata yang menjanjikan.
Menurut cerita yang terlontar dari mulut ke mulut, nama Leuwi Randa, katanya diambil dari kisah yang pernah terjadi di daerah tersebut.
Jaman dahulu ketika Kampung Bojongjengkol masih berupa hutan, ada seorang janda yang bunuh diri dengan cara melompat ke Leuwi ( bantaran kali ) yang ada di daerah tersebut. Wanita bernasib malang yang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu penyebabnya karena menghindari kejaran dari lelaki yang berniat menodainya.
Kini dikawasan objek wisata hiddem gem Leuwi Randa telah dibangun beberapa saung kecil artistik berjejer ditepi Leuwi, warung makanan, mushola, dan plang nama. Dan yang paling menarik, masuk ke kawasan itu tidak dipungut biaya alias gratis.
Penulis: Jajang Suhendar












