SUKABUMISATU.COM – Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri, meminta intervensi pemberian makanan bergizi dan bernutrizi kepada masyarakat yang terindikasi stunting untuk lebih ditingkatkan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Iyos saat menghadiri kegiatan Rabu Observasi dan Aksi Sinergi Penanganan Stunting (Roasting) untuk wilayah Kecamatan Waluran, Ciracap, dan Ciemas. Roasting diselenggarakan secara virtual dari Pendopo Sukabumi Sukabumi, Rabu (06/09/2023).
“Ibu hamil KEK, ibu hamil anemia, diberi asupan nutrisi secara terus-menerus dan dimonitoring dengan rentang waktu minimal selama tiga bulan sehingga kita lihat perkembangannya sampai tidak ada indikasi stunting lagi,” ujar Wabup Iyos.
Dalam kegiatan itu setiap perwakilan kecamatan diberikan waktu memaparkan capaian penanganan stunting di wilayahnya. Wabup Iyos menilai program-program yang dipaparkan setiap kecamatan sudah baik namun sasarannya harus lebih jelas agar intervensi dengan target penurunan stunting bisa lebih tepat sasaran.
“Mengidentifikasi potensi sumber daya, kapasitas kecamatan dan desa yang dapat dikembangkan, Selain itu mengidentifikasi potensi kerjasama non pemerintah dalam perlaksanaan percepatan penurunan stunting terintegrasi di kecamatan dan desa,” jelasnya.
Iyos juga meminta kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan stunting di wilayah untuk terus bekerja sama, berkolaborasi, dan berkoordinasi agar capaian stunting di Kabupaten Sukabumi bisa di bawah 14 persen.











