SUKABUMISATU.com, NYALINDUNG – Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Babakan Bandung RT 02/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Sebuah rumah panggung milik keluarga Agus Santika ludes terbakar pada Kamis (25/7/2026) malam sekitar pukul 19.49 WIB.
Musibah tersebut merenggut nyawa tiga anak kecil yang terjebak di dalam rumah saat kobaran api membakar habis seluruh bangunan.
Petugas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, A. Ahmad, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula ketika terjadi pemadaman listrik di wilayah setempat. Untuk menerangi ruangan, penghuni rumah menyalakan lilin.
”Dugaan sementara api berasal dari lilin penerangan yang dinyalakan karena kondisi listrik sedang mati. Lilin diduga jatuh menyambar bagian rumah hingga api dengan cepat membesar,” ujar A. Ahmad dalam laporan resminya, Kamis (25/7/2026).
Tiga Bocah Jadi Korban Jiwa
Rumah panggung tersebut dihuni oleh 1 KK dengan total 5 jiwa. Saat api dengan cepat membesar, ibu korban berhasil selamat dan langsung diungsikan ke rumah tetangga terdekat. Namun, tiga anaknya tidak sempat menyelamatkan diri.
Adapun identitas ketiga korban meninggal dunia dalam musibah ini yakni:
- Aljenar Malik Seputro (Anak usia SD)
- Saka Asadek (Anak usia PAUD)
- Shakila Almahira Quenza (Balita)
Kapolsek Nyalindung, Iptu Yanuar Fajar, membenarkan musibah memilukan tersebut. Ketiga korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka bakar serius.
”Api merambat sangat cepat ke bagian atap dan material rumah yang mudah terbakar. Ketiga korban meninggal dunia di lokasi TKM,” jelas Iptu Yanuar Fajar.
Pemadaman dan Bantuan Darurat
Warga sekitar sempat bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak lama kemudian, proses pendinginan lokasi kejadian dibantu oleh 1 unit Damkar Posko Sukaraja dan 1 unit Damkar Kota Sukabumi.
Sejumlah unsur gabungan mulai dari Pemerintah Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, hingga relawan P2BK Nyalindung langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Usai dievakuasi, ketiga jenazah dibawa ke masjid terdekat untuk disalatkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Saat ini, keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan bantuan darurat berupa kebutuhan dasar hidup, makanan (pangan), pakaian (sandang), serta material bangunan untuk pemulihan pascabencana. Kerugian materiil akibat kejadian ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak berwenang. (suhendi soex)












