SUKABUMISATU.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah tegas untuk menyudahi praktik proyek infrastruktur bermutu rendah. Demi menjamin ketahanan jalan, jembatan, hingga irigasi, Dinas PU kini tengah mempercepat proses akreditasi Laboratorium Bahan Konstruksi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Langkah ini disiapkan sebagai benteng pertahanan kualitas. Kedepannya, setiap material—terutama aspal dan beton—yang digunakan oleh kontraktor wajib lolos uji laboratorium dengan standar yang diakui secara internasional.
Lindungi Uang Rakyat, Tolak Kompromi Mutu
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, menegaskan bahwa proses akreditasi ini bukan sekadar formalitas mengejar sertifikat. Ini adalah instrumen fatal untuk mengendalikan mutu dan menekan potensi kegagalan konstruksi sejak dini.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dikonversi menjadi infrastruktur memiliki kualitas yang teruji. Melalui lab yang terakreditasi ini, hasil pengujian material akan jauh lebih akurat, terpercaya, dan tidak bisa diperdebatkan lagi akuntabilitasnya,” tegas Uus, Rabu (13/5/2026).
Perombakan Total Fasilitas Uji
Guna memenuhi standar manajemen mutu KAN yang ketat, Dinas PU Kabupaten Sukabumi saat ini tengah melakukan akselerasi di berbagai lini. Tiga poin krusial yang sedang dikebut meliputi:
- Revitalisasi Infrastruktur: Renovasi total gedung laboratorium agar sesuai standar operasional.
- Modernisasi Alat: Pengadaan perangkat uji material dengan teknologi terbaru.
- Upgrade SDM: Peningkatan kompetensi para personel penguji secara berkala.
Infrastruktur Sukabumi Wajib Naik Kelas
Keberadaan laboratorium yang kredibel ini diharapkan mampu menjadi rujukan teknis yang pasti bagi seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi di Sukabumi.
Dinas PU memastikan tidak akan ada lagi celah bagi kontraktor nakal yang mencoba menyisipkan material di bawah standar (substandar).
”Target kami jelas, infrastruktur di Sukabumi harus naik kelas. Tidak ada lagi celah untuk material di bawah standar karena sistem pengawasan mutunya sudah kita perkuat lewat lab ini,” pungkas Uus.












