SADIS! Tolak Diajak Menagih Utang, Pekerja Kebun di Takokak Dibacok dan Divideoin Pelaku Saat Sekarat

Korban bernama Rusman Jarkasih (35), dan Pelaku Abdul Azis alias Jijim (28) yang hingga kini masih buron.

SUKABUMISATU.com – Sebuah aksi penganiayaan brutal menimpa seorang pria asal Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, saat sedang mencari nafkah di wilayah Cianjur. Korban bernama Rusman Jarkasih (35), alias Kutang, menjadi sasaran amuk membabi buta rekan sekampungnya sendiri hingga menderita luka permanen yang memilukan.

​Peristiwa berdarah ini terjadi pada 5 Februari 2026 lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, di perkebunan milik Pak Apot, Kampung LegokSebe, Desa Hegarmanah, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.

Kronologi Kejadian: Antara Kerja dan Miras

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Rusman sedang fokus bekerja di kebun. Tiba-tiba, pelaku yang diketahui bernama Abdul Azis alias Jijim (28) datang dalam kondisi mabuk berat. Pelaku memaksa korban menemaninya menagih uang ke salah satu temannya.

​Karena tanggung jawab pekerjaan, Rusman menolak ajakan tersebut dengan baik-baik. Namun, penolakan itu dibalas pelaku dengan makian kasar. Tak berselang lama, saat Rusman kembali membelakangi pelaku untuk lanjut bekerja, serangan maut itu datang.

Baca Juga  Dump Truk Terguling di Jalan Cagak Purut Nyalindung, Arus Lalu Lintas Sempat Macet Dua Kilometer

​”Pelaku langsung menghampiri dan membacok mata korban hingga pecah di bagian sebelah kiri. Korban langsung tersungkur tak berdaya,” ungkap salah satu perwakilan keluarga korban kepada sukabumisatu.com. Rabu, (08/04/2026).

Aksi Keji: Disiksa, Ditendang, dan Divideoin untuk Pamer

Kebrutalan pelaku tidak berhenti meski korban sudah bersimbah darah. Dalam kondisi korban terjatuh di lahan yang menanjak, pelaku menendang tubuh Rusman hingga terpental ke bawah.

​Paling menyayat hati, pelaku justru mengeluarkan ponselnya dan merekam kondisi korban yang tengah mengerang kesakitan. Video penyiksaan tersebut kemudian dikirimkan oleh pelaku ke teman-temannya sebagai bentuk pamer kekuatan.

​Tak puas sampai di situ, pelaku memaksa melepas jaket korban. Karena kesulitan, pelaku kembali membacok bahu kiri Rusman hingga luka menganga sedalam tulang. Ia juga berkali-kali menghantamkan punggung golok ke kepala korban sebelum akhirnya melarikan diri meninggalkan Rusman yang terkapar antara hidup dan mati.

Kondisi Terkini: Hilang Penciuman dan Penglihatan

Baca Juga  Pura-pura Hendak Beli Motor via Facebook, Pria Asal Nyalindung Diringkus Warga di Cisaat Sukabumi

Saat ini, Rusman Jarkasih masih terkulai lemas dengan puluhan jahitan yang menghiasi wajah, kepala, dan bahunya. Harapannya untuk kembali normal kian menipis seiring dengan diagnosa dokter.

​”Sudah diperiksa ke ahli syaraf dan mata, dokter meminta tetap kontrol karena mata kiri rusak parah. Dokter THT juga memantau karena indra penciumannya saat ini tidak berfungsi akibat trauma di area wajah,” tambah pihak keluarga dengan nada getir.

Keluarga Menuntut Keadilan: Pelaku Masih Berkeliaran

Hingga saat ini, keberadaan Abdul Azis alias Jijim masih misterius. Pihak keluarga mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, namun hingga kini belum ada titik terang terkait penangkapan pelaku yang diduga bersembunyi di wilayah Cisaat, Sukabumi, atau sekitarnya.

​”Kami hanya minta keadilan. Pelaku melakukan aksi sadis, merekamnya, dan sekarang dia bebas berkeliaran sementara saudara kami menderita cacat seumur hidup. Kami mohon polisi segera menangkap Jijim,” tegas keluarga.

Baca Juga  Duel Berujung Luka, Pemuda di Ciracap Sukabumi Disabet Celurit Usai Janjian via WhatsApp

​Pelaku diketahui merupakan warga asli Kampung Cikaret, Desa Nyalindung, yang belakangan dikabarkan pindah ke daerah Cisaat sebelum melakukan aksi kejinya di Takokak.

​Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku, diharapkan segera melapor ke kantor polisi terdekat agar kasus ini segera tuntas dan korban mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

Reporter: Arismanto

Redaktur: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *